JAMBI, MATAJAMBI.COM – Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, menghadiri agenda strategis penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, Sabtu (11/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi dan menjadi langkah konkret dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah modern di wilayah Jambi Raya.
Kerja sama tersebut difokuskan pada penyelenggaraan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang terintegrasi, terkoordinasi, serta berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung ketersediaan energi alternatif ramah lingkungan.
Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jambi, serta para bupati dan wali kota dari berbagai daerah di Provinsi Jambi, termasuk sejumlah pejabat dan undangan terkait lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadhil Arief menyampaikan dukungannya terhadap program PSEL sebagai bagian dari transformasi pengelolaan lingkungan di daerah. Menurutnya, inovasi pengolahan sampah menjadi energi listrik tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga membuka peluang ekonomi baru serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci utama dalam keberhasilan implementasi program ini. Dengan koordinasi yang baik, pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih efisien dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.Selain itu, program PSEL juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menekan emisi karbon serta mendukung transisi menuju energi bersih. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengoptimalkan peran teknologi dalam mengelola limbah menjadi sumber energi yang bernilai guna.
Kegiatan penandatanganan ini menjadi tonggak awal penguatan kolaborasi lintas daerah di Provinsi Jambi dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan berbasis energi terbarukan. Dengan implementasi yang tepat, program ini diyakini mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berwawasan hijau.