JAMBI, MATAJAMBI.COM – Kabar gembira datang bagi warga RT 17 Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Setelah lebih dari satu dekade mengalami kerusakan dan menjadi keluhan masyarakat, Jalan Hijrah akhirnya diperbaiki melalui pengecoran rigid beton, Kamis (7/5/2026).
Perbaikan infrastruktur sepanjang sekitar 50 meter tersebut disambut antusias oleh masyarakat karena merupakan akses utama yang digunakan ratusan warga setiap hari untuk beraktivitas.
Ketua RT 17 Simpang Rimbo, Samsul, mengaku bersyukur dan mengapresiasi respons cepat Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, yang dinilai langsung menindaklanjuti aspirasi warga.
"Kami sangat bangga dan bahagia. Jalan Hijrah ini merupakan akses utama masyarakat dan sudah bertahun-tahun mengalami kerusakan. Alhamdulillah, setelah aspirasi kami disampaikan, tidak sampai tiga hari langsung dilakukan pengecoran rigid beton," ujarnya.
Menurut Samsul, kondisi Jalan Hijrah yang rusak selama bertahun-tahun telah mengganggu mobilitas warga. Jalan tersebut menjadi jalur utama bagi sekitar 175 kepala keluarga yang tinggal di kawasan tersebut, termasuk penghuni lebih dari 450 unit rumah di lingkungan sekitar.
Saat musim hujan, jalan kerap tergenang dan sulit dilalui kendaraan. Karena itu, perbaikan yang dilakukan pemerintah menjadi harapan besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan berkendara.
"Ini bukan hanya soal jalan, tetapi juga akses ekonomi, pendidikan, dan aktivitas masyarakat sehari-hari," katanya.Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPRD Kota Jambi tidak hanya meninjau proses pengecoran Jalan Hijrah, tetapi juga turun langsung melihat kondisi Lorong Hijrah 1 bersama warga menggunakan sepeda motor.
Lorong dengan panjang sekitar 400 meter itu disebut belum pernah mendapatkan pembangunan infrastruktur selama lebih dari 30 tahun dan hingga kini masih berupa jalan tanah.
Warga selama ini hanya melakukan perbaikan secara swadaya dengan menimbun jalan menggunakan pecahan batu agar tetap dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius warga yang berharap pembangunan dapat dilanjutkan hingga menjangkau seluruh akses lingkungan di kawasan tersebut.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, Kemas Faried menegaskan bahwa memperjuangkan kebutuhan warga merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat.