Kesehatan

Jika Kamu Sering Tiba Tiba Sedih Ini yang Sedang Terjadi di Otakmu

0

0

matajambi |

Sabtu, 10 Jan 2026 08:26 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Jika Kamu Sering Tiba Tiba Sedih Ini yang Sedang Terjadi di Otakmu - (Freefik)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Baca Juga:

Jelang Gubernur Cup, FC Koja Luncurkan Jersey Mewah, Targetnya Bikin Lawan Gemetar

Konsumsi alkohol dan narkoba juga berkontribusi besar terhadap ketidakstabilan emosi. Zat zat ini memengaruhi sistem saraf pusat dan mengubah keseimbangan kimia otak yang mengatur perasaan. Efeknya, seseorang bisa mengalami euforia berlebihan diikuti dengan kecemasan, amarah, atau rasa putus asa setelah pengaruh zat tersebut menghilang.

Selain itu, pengalaman traumatis seperti kehilangan orang terdekat, kekerasan, perundungan, atau perceraian dapat meninggalkan luka emosional yang mendalam. Trauma yang tidak tertangani sering membuat seseorang menjadi lebih sensitif dan mudah bereaksi secara emosional meski dalam situasi yang tidak terlalu mengancam.

Beberapa penyakit dan gangguan kesehatan juga bisa memengaruhi kestabilan emosi. Gangguan tiroid, penyakit saraf, gangguan metabolisme, hingga kekurangan vitamin tertentu dapat mengganggu fungsi otak dalam mengatur suasana hati. Itulah sebabnya emosi tidak stabil kadang muncul bersamaan dengan gejala fisik seperti kelelahan, jantung berdebar, atau berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

Jika dibiarkan berlarut, emosi tidak stabil dapat berdampak serius pada kehidupan seseorang. Hubungan dengan keluarga dan rekan kerja bisa memburuk, kemampuan fokus menurun, dan risiko mengalami gangguan mental lain seperti depresi atau mati rasa emosional semakin besar. Tidak sedikit pula orang yang akhirnya mencari pelarian pada alkohol atau zat tertentu untuk meredakan tekanan batin.

Baca Juga:

HUT ke-69 Provinsi Jambi 2026, Kadis PUPR Muzakir Tegaskan Komitmen Membangun Jambi Mantap 2029

Untuk membantu menjaga keseimbangan emosi, para ahli menyarankan agar seseorang menjaga pola tidur yang cukup, mengatur waktu istirahat, melakukan aktivitas relaksasi, serta berani berbagi perasaan dengan orang yang dipercaya. Olahraga ringan, mengurangi konsumsi kafein dan alkohol, serta menjaga pola makan juga terbukti membantu menstabilkan suasana hati.

Apabila emosi terasa sangat tidak terkendali dan mulai mengganggu kehidupan sehari hari, mencari bantuan profesional seperti psikolog atau dokter menjadi langkah yang bijak. Dengan mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat, keseimbangan emosi dapat kembali terjaga dan kualitas hidup pun meningkat.

 

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER