Dari segi fungsi, air mani dan sperma memiliki peran yang saling melengkapi. Air mani bertugas sebagai pelindung dan kendaraan bagi sperma.
Cairan ini menetralkan lingkungan vagina yang bersifat asam sehingga sperma tidak langsung mati dan dapat bergerak menuju sel telur. Tanpa adanya air mani, sperma akan sulit bergerak dan tidak dapat mencapai tempat terjadinya pembuahan.
Sperma sendiri memiliki fungsi utama membuahi sel telur. Ketika satu sel sperma berhasil menembus sel telur, maka akan terbentuk zigot yang menjadi awal dari kehamilan. Selain itu sperma juga menentukan setengah dari susunan genetik janin yang akan memengaruhi berbagai karakteristik seperti jenis kelamin, warna kulit, hingga sifat bawaan.
Dalam sekali ejakulasi, seorang pria bisa mengeluarkan puluhan hingga ratusan juta sperma, namun jumlah ini hanya mencakup sebagian kecil dari total volume air mani.
Kualitas dan jumlah sperma dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti usia, pola makan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, tingkat stres, hingga paparan polusi dan panas berlebih.
Karena itu menjaga kesehatan air mani dan sperma menjadi hal yang penting bagi pria yang ingin menjaga kesuburan. Pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, mengelola stres, serta menghindari rokok dan alkohol berlebihan dapat membantu meningkatkan kualitas sperma dan komposisi air mani.
Pemeriksaan kesehatan secara rutin juga dianjurkan terutama bila terdapat gangguan ejakulasi, perubahan warna atau bau air mani, atau kesulitan memperoleh keturunan.
Dengan memahami perbedaan air mani dan sperma secara tepat, masyarakat diharapkan tidak lagi menyamakan keduanya. Pengetahuan ini tidak hanya penting untuk edukasi reproduksi, tetapi juga untuk membantu pria lebih peduli terhadap kesehatan dan kesuburan mereka sendiri.