MUARO JAMBI, MATAJAMBI.COM – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi resmi melakukan penyegaran struktur birokrasi. Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS), didampingi Wakil Bupati Junaidi Mahir, melantik dan mengambil sumpah/janji 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemkab Muaro Jambi, Senin 12 Januari 2026 di Aula Rumah Dinas Bupati Muaro Jambi, Bukit Cinto Kenang.
Pelantikan ini merupakan bagian dari kewenangan pejabat pembina kepegawaian dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain menjadi langkah penyegaran organisasi, pelantikan ini juga bertujuan memperkuat struktur kepemimpinan dalam rangka meningkatkan kinerja birokrasi serta kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Kepala OPD, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati BBS menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat bukan sekadar kedudukan struktural, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa.
“Kepercayaan ini bukan hadiah, melainkan tanggung jawab. Saudara harus menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, dan komitmen melayani masyarakat,” tegas BBS.
Ia menjelaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik telah melalui proses seleksi terbuka dan kompetitif pada Desember 2025, dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan sistem merit. Penilaian dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, serta rekam jejak kinerja, sehingga diharapkan pejabat yang terpilih benar-benar mampu mendorong peningkatan kinerja perangkat daerah.
Bupati BBS juga menegaskan bahwa proses pengisian jabatan ini bersih dari praktik transaksional.
“Tidak ada jual beli jabatan. Yang ada adalah jual beli kinerja. Saudara semua dipilih untuk bekerja, mendukung program Muaro Jambi Berbakti, memperkuat program pemerintah pusat, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan, Justru Harus Inovatif
Dalam arahannya, Bupati menyoroti kondisi fiskal daerah yang masih terbatas. Namun, menurutnya, keterbatasan anggaran seharusnya menjadi pemicu untuk melahirkan inovasi dan terobosan, bukan justru membuat kinerja stagnan.