PALANGKA RAYA, MATAJAMBI.COM – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan aksi penyekapan terhadap tiga perempuan muda di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Dalam unggahan akun X @neVerA0nely pada Jumat, 27 Februari 2026, disebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah kos yang berada di Jalan B Koetin, Gang Batu Banama, Palangka Raya.
Kejadian itu membuat warga sekitar geger lantaran terduga pelaku berinisial ER disebut-sebut bertindak tidak terkendali. Ia diduga mengalami halusinasi hingga mengamuk tanpa mengenakan pakaian.
Dalam narasi yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa pelaku mengamuk, telanjang, serta menyekap tiga wanita di lokasi tersebut. Warga yang merasa resah pun sempat meluapkan emosi terhadap pelaku sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula pada Kamis malam, 26 Februari 2026, ketika ER menginap di kos milik kekasihnya berinisial TI. Diketahui, TI tinggal bersama dua rekannya, yakni RI dan RE. Ketiganya merupakan korban dalam kejadian tersebut.
Seorang tetangga kos berinisial UL mengaku mendengar teriakan sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, pelaku diduga tengah melakukan kekerasan terhadap salah satu korban.
Dalam aksinya, ER disebut membawa sebilah parang dan mengancam ketiga perempuan tersebut. Akibat kejadian itu, salah satu korban dilaporkan mengalami luka di bagian ibu jari akibat sabetan senjata tajam.Tidak hanya melakukan pengancaman, pelaku juga diduga mengunci pintu kos sehingga para korban tidak dapat keluar. Ironisnya, setelah mengurung para wanita tersebut, ER dikabarkan kehilangan kunci pintu yang sebelumnya ia simpan.
Menjelang pagi, pelaku keluar dari dalam kos dan menunjukkan perilaku tidak wajar yang membuat warga sekitar semakin khawatir.
Situasi memanas hingga warga mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku sebelum aparat datang.
Hingga saat ini, Polresta Palangka Raya telah mengamankan ER untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian masih mendalami motif serta kondisi psikologis pelaku saat kejadian berlangsung.
Kasus dugaan penyekapan dan pengancaman dengan senjata tajam ini menjadi perhatian publik karena terjadi di lingkungan permukiman padat dan melibatkan kekerasan terhadap perempuan.