Kesehatan

Selama Ini Banyak Orang Tua Keliru, Ini Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak yang Jarang Dibahas

0

0

matajambi |

Selasa, 13 Jan 2026 06:48 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak - (Freefik)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM - Istilah tumbuh kembang sudah sangat akrab di telinga para orang tua. Namun di balik istilah tersebut, terdapat dua proses yang sebenarnya berbeda, yakni pertumbuhan dan perkembangan.

Keduanya sama-sama penting dalam memantau kondisi anak, tetapi memiliki makna, cara pengukuran, dan indikator yang tidak sama. Memahami perbedaan ini membantu orang tua lebih tepat dalam memberikan pengasuhan dan stimulasi sesuai kebutuhan anak.

Sejak bayi lahir hingga remaja, anak mengalami berbagai perubahan yang terlihat maupun tidak terlihat. Pertumbuhan biasanya tampak jelas melalui perubahan fisik, seperti bertambahnya tinggi badan, berat badan, dan ukuran tubuh. Perubahan ini terjadi karena sel-sel tubuh bertambah jumlah dan ukurannya.

Oleh karena itu, pertumbuhan dapat diukur dengan angka menggunakan timbangan, pengukur tinggi badan, atau pengukur lingkar kepala. Ketika panjang badan bayi bertambah dari bulan ke bulan atau berat badan meningkat sesuai usia, itulah tanda pertumbuhan sedang berlangsung.

Baca Juga:

Sering Gagap Saat Bicara? Coba 10 Cara Ini agar Lebih Percaya Diri

Berbeda dengan itu, perkembangan lebih berkaitan dengan kematangan fungsi tubuh dan kemampuan anak. Perkembangan mencakup bagaimana anak bergerak, berbicara, berpikir, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Saat bayi mulai tengkurap, lalu duduk, berjalan, mengucapkan kata-kata pertama, hingga mampu bermain dan berkomunikasi dengan orang lain, semua itu merupakan bagian dari perkembangan. Proses ini tidak diukur dengan angka, tetapi dinilai berdasarkan pencapaian tahap atau kemampuan yang sesuai dengan usia anak.

Dalam praktiknya, pertumbuhan dan perkembangan tidak selalu berjalan sejajar. Ada anak yang secara fisik bertumbuh baik, namun mengalami hambatan dalam bicara atau perilaku.

Sebaliknya, ada pula anak yang bertubuh lebih kecil dari rata-rata, tetapi memiliki kecerdasan dan kemampuan sosial yang baik. Kondisi ini menunjukkan bahwa memantau berat dan tinggi badan saja tidak cukup untuk menilai tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Baca Juga:

Pisah Sambut Kapolres Batang Hari, AKBP Arya Tesa Brahmana Resmi Gantikan AKBP Handoyo

Pemantauan pertumbuhan biasanya dilakukan melalui pengukuran rutin di posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan. Sementara itu, perkembangan anak dapat dipantau melalui pengamatan terhadap kemampuan gerak, bahasa, dan interaksi sosialnya.

Di Indonesia, orang tua dapat menggunakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak atau Buku KIA sebagai panduan sederhana untuk menilai apakah perkembangan anak sudah sesuai dengan usianya. Melalui pertanyaan-pertanyaan yang mudah, orang tua bisa mengetahui apakah anak perlu stimulasi tambahan atau pemeriksaan lebih lanjut.

Banyak faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Asupan gizi yang cukup dan seimbang sangat menentukan tinggi badan, berat badan, serta perkembangan otak. Faktor keturunan juga berperan dalam menentukan potensi fisik dan kecerdasan.

Selain itu, kondisi kesehatan, imunisasi, lingkungan yang aman, serta pola asuh yang penuh perhatian ikut memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak. Anak yang sering sakit atau kurang mendapatkan stimulasi bisa mengalami hambatan, meskipun secara genetik memiliki potensi yang baik.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER