Metronews

Heboh! Guru SMKN 3 Tanjab Timur Dikeroyok Murid, Begini Kata Gubernur Al Haris

0

0

matajambi |

Kamis, 15 Jan 2026 09:21 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Kasus Guru SMKN 3 Tanjab Timur Dikeroyok Siswa Viral, Gubernur Jambi Al Haris Turun Tangan - (ist)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

TANJABTIM, MATAJAMBI.COM – Peristiwa pengeroyokan terhadap Agus Saputra, seorang guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, mengundang perhatian luas publik setelah videonya menyebar cepat di media sosial sejak Rabu hingga Kamis 15 Januari 2025.

Rekaman tersebut ramai dibagikan di berbagai platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, memicu gelombang reaksi dari warganet dan masyarakat.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Gubernur Jambi Al Haris langsung turun tangan. Ia menegaskan bahwa persoalan ini menyangkut marwah dunia pendidikan dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius.

“Dinas Pendidikan Provinsi Jambi akan turun langsung ke sekolah di Tanjung Jabung Timur untuk mendengar semua pihak dan melihat fakta di lapangan,” ujar Al Haris.

Baca Juga:

Viral Diserang, Guru SMKN 3 Tanjab Timur Alami Trauma Usai Dikepung dan Dilempari di Sekolah

Agus Saputra menjelaskan, insiden itu bermula saat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung pada Selasa (13/1/2026). Ketika ia melintas di depan kelas, salah satu siswa melontarkan ucapan yang dinilai tidak sopan dan merendahkan.

Merasa terganggu, Agus masuk ke kelas dan meminta pelaku mengakui perbuatannya. Salah satu siswa kemudian mengaku, namun justru bersikap menantang. Dalam kondisi emosi, Agus mengakui dirinya sempat menampar siswa tersebut sebagai bentuk teguran.

“Tindakan itu saya lakukan sebagai upaya mendidik. Tapi ternyata justru memicu reaksi marah dari siswa,” ungkap Agus.

Situasi kemudian memanas dan melibatkan sejumlah guru lain untuk melakukan mediasi. Di sisi lain, beberapa siswa menuduh Agus telah mengucapkan kata yang dianggap menghina latar belakang ekonomi siswa. Tuduhan itu dibantah Agus yang menyebut pernyataannya hanya sebatas motivasi agar siswa berperilaku lebih baik.

Baca Juga:

Ini Pengakuan Guru AS Soal Awal Keributan di SMKN 3 Berbak Sebelum Ia Dikeroyok Siswa

Upaya penyelesaian secara internal akhirnya menemui jalan buntu. Saat Agus berjalan menuju ruang guru bersama pihak komite, sejumlah siswa tiba-tiba melakukan pengeroyokan terhadap dirinya.

Keributan berlanjut hingga jam belajar berakhir. Agus mengaku mendapat lemparan batu dan ancaman, sehingga ia sempat mengacungkan celurit yang memang tersedia di lingkungan sekolah berbasis pertanian tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan itu hanya sebagai peringatan agar siswa membubarkan diri, bukan untuk melukai.

“Tujuan saya hanya agar mereka menjauh. Tidak ada niat untuk menyakiti,” jelasnya.

Akibat insiden itu, Agus mengalami memar di wajah dan tubuh, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk mendapatkan perlindungan dan penyelesaian yang adil.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER