Kesehatan

Waspada Sambung Rambut, Ini Risiko Tersembunyi yang Bisa Merusak Rambut dan Kulit Kepala

0

0

matajambi |

Jumat, 30 Jan 2026 06:54 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Ini Risiko Tersembunyi yang Bisa Merusak Rambut dan Kulit Kepala - (freefik)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM - Sambung rambut tidak hanya berfungsi untuk membuat rambut tampak lebih panjang dan tebal secara instan. Di balik hasil yang terlihat memukau, perawatan ini juga menyimpan sejumlah risiko bagi kesehatan rambut dan kulit kepala, terutama jika pemasangan maupun perawatannya tidak dilakukan dengan tepat.

Tren hair extension atau sambung rambut semakin diminati seiring berkembangnya dunia kecantikan. Teknik ini dilakukan dengan menambahkan helai rambut sintetis maupun rambut asli ke rambut natural menggunakan metode tertentu, seperti clip-in, tape, atau bonding.

Meski memberikan perubahan penampilan secara cepat, efek sambung rambut sering kali luput dari perhatian. Banyak orang hanya fokus pada hasil akhirnya, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang yang mungkin muncul.

Padahal, penggunaan rambut sambungan dalam waktu lama tanpa perawatan yang baik dapat memicu berbagai masalah pada rambut dan kulit kepala.

Efek sambung rambut dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada teknik pemasangan, kualitas bahan, serta kondisi rambut dan kulit kepala masing-masing. Namun, terdapat beberapa dampak yang paling sering dirasakan oleh pengguna hair extension.

Baca Juga:

Pemkot Jambi Perkuat Program Kampung Bahagia 2026, 802 Ketua RT Ikuti Sosialisasi Dana Rp100 Juta

Salah satu masalah yang paling umum terjadi adalah kerontokan rambut. Beban tambahan dari rambut sambungan membuat akar rambut menerima tekanan terus-menerus, terutama jika pemasangan terlalu kencang atau bobot sambungan terlalu berat. Tarikan yang berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan rambut asli mudah tercabut, sehingga jumlah rambut rontok meningkat. Jika kondisi ini dibiarkan, rambut bisa terlihat semakin menipis bahkan mengalami kebotakan di area tertentu.

Selain itu, sambung rambut juga kerap memicu rasa gatal dan iritasi pada kulit kepala. Lem, perekat, atau tape yang digunakan saat pemasangan dapat menimbulkan reaksi pada kulit, khususnya bagi pemilik kulit kepala sensitif. Rambut sintetis dengan kualitas rendah pun berpotensi menimbulkan rasa panas, kemerahan, hingga sensasi terbakar. Apabila iritasi tidak segera ditangani, kulit kepala bisa menjadi kering, bersisik, dan lebih mudah terluka.

Masalah lain yang sering muncul adalah rambut menjadi mudah patah dan kusut. Teknik pemasangan yang kurang tepat atau minim perawatan membuat rambut asli lebih rentan tertarik dan terjerat. Saat disisir atau dicuci, rambut pun lebih mudah putus. Penumpukan produk perawatan pada area sambungan juga dapat melemahkan struktur rambut, sehingga helainya kehilangan kekuatan dan elastisitas. Akibatnya, rambut terlihat kusam, sulit diatur, dan mudah rontok saat disentuh.

Dalam beberapa kasus, sambung rambut juga dapat menyebabkan infeksi pada kulit kepala. Kondisi ini biasanya terjadi akibat kebersihan yang kurang terjaga selama pemasangan maupun perawatan.

Baca Juga:

Polres Batang Hari Ungkap Kasus Oplosan LPG Subsidi, 3 Tersangka Diamankan

Keringat, minyak, dan kotoran dapat terperangkap di antara rambut asli dan sambungan, menciptakan lingkungan lembap yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur. Infeksi seperti folikulitis bisa muncul, ditandai dengan benjolan merah, rasa nyeri, hingga keluarnya nanah. Jika tidak ditangani, infeksi dapat menyebar dan menimbulkan ketidaknyamanan berkepanjangan.

Selain infeksi, reaksi alergi terhadap bahan sambungan juga perlu diwaspadai. Beberapa orang memiliki sensitivitas terhadap zat kimia dalam lem, tape, atau serat rambut sintetis. Reaksi alergi dapat muncul dalam bentuk ruam, bentol, kemerahan, rasa panas, hingga pembengkakan di area pemasangan. Gejala ini bisa muncul beberapa jam setelah pemasangan, namun ada pula yang baru terasa setelah beberapa hari. Tanpa penanganan cepat, alergi dapat memperparah iritasi dan merusak kesehatan kulit kepala.

Meskipun tidak semua orang mengalami dampak negatif dari sambung rambut, beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya, seperti kulit kepala sensitif, riwayat alergi, serta kondisi rambut yang tipis dan rapuh.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER