Saat ini, korban lebih banyak mengurung diri di kamar dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar akibat trauma yang mendalam.“Saya dipaksa dan dilecehkan. Bukannya ditolong, malah ikut melakukan,” tuturnya.
Berdasarkan keterangan keluarga dan kuasa hukum, peristiwa tersebut melibatkan empat pria, terdiri dari dua oknum polisi aktif, dua calon anggota polisi yang akan mengikuti seleksi tahun 2026, serta seorang warga sipil yang merupakan anak dari tokoh agama di Jambi.
Kasus ini semakin menyita perhatian publik karena melibatkan aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat.
Akibat tekanan mental yang berat, korban sempat mengalami depresi dan memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup. Beruntung, pihak keluarga segera memberikan pendampingan sehingga hal tersebut dapat dicegah.Saat ini, keluarga korban telah menempuh jalur hukum untuk menuntut keadilan dan berharap para pelaku dapat diproses secara transparan serta bertanggung jawab atas perbuatannya.
Kasus dugaan kekerasan seksual ini menjadi sorotan luas masyarakat dan menimbulkan keprihatinan mendalam. Publik menilai penanganan perkara harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi, mengingat adanya dugaan keterlibatan aparat.
Peristiwa ini juga kembali menegaskan pentingnya perlindungan terhadap korban kekerasan seksual serta penguatan sistem pengawasan internal di tubuh kepolisian.