Kesehatan

Dada Sesak dan Mual: Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengatasinya Secara Medis

0

0

matajambi |

Rabu, 04 Feb 2026 05:52 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Dada Sesak dan Mual: Penyebab, Gejala, Bahaya, dan Cara Mengatasinya Secara Tepat - (Freefik)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung
Perubahan tersebut menyebabkan aliran darah lebih difokuskan ke otot dibandingkan ke sistem pencernaan. Akibatnya, muncul rasa tidak nyaman pada perut yang disertai mual dan sensasi sesak di dada. Meskipun sering terjadi tanpa gangguan organ tubuh, kondisi ini tetap perlu diperhatikan apabila terjadi secara berulang.

Penyakit pada sistem pernapasan seperti asma, pneumonia, dan emboli paru juga dapat menyebabkan dada terasa berat dan disertai mual. Ketika fungsi paru-paru terganggu, suplai oksigen dalam darah akan menurun. Tubuh kemudian merespons dengan meningkatkan kerja jantung dan mempercepat frekuensi napas.

Kondisi kekurangan oksigen ini dapat memengaruhi fungsi otak dan sistem pencernaan sehingga penderita merasakan pusing, lemas, serta mual. Jika tidak segera ditangani, gangguan paru-paru berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti gagal napas.

Gangguan jantung merupakan salah satu penyebab dada sesak dan mual yang paling berbahaya. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung berkurang sehingga jantung tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup.

Selain sensasi tertekan pada dada, penderita biasanya mengalami sesak napas, keringat dingin, serta rasa lemas yang muncul secara tiba-tiba. Dalam beberapa kasus, gejala tersebut menjadi tanda awal serangan jantung yang membutuhkan penanganan medis darurat.

Risiko penyakit jantung lebih tinggi pada individu yang memiliki tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, diabetes, serta kebiasaan merokok.

Anemia atau kekurangan sel darah merah dapat memicu munculnya dada sesak dan mual. Kondisi ini menyebabkan tubuh kekurangan hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen.

Penderita anemia biasanya mengalami kelelahan, jantung berdebar, napas cepat, serta rasa sesak di dada. Kekurangan oksigen juga dapat mengganggu sistem pencernaan sehingga menimbulkan rasa mual.

Penanganan dada sesak dan mual harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Saat gejala muncul, beristirahat menjadi langkah awal yang sangat penting. Posisi duduk tegak atau setengah berbaring dapat membantu mengurangi tekanan pada jantung dan paru-paru. Berbaring telentang setelah makan sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk refluks asam lambung.

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga membantu meredakan gejala. Konsumsi air putih yang cukup dapat menjaga keseimbangan elektrolit dan melancarkan sirkulasi darah sehingga distribusi oksigen ke seluruh tubuh dapat berlangsung dengan baik.

Pengaturan pola makan sehat sangat dianjurkan, terutama bagi penderita gangguan lambung. Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun lebih sering dapat membantu mengurangi tekanan pada lambung. Makanan yang terlalu pedas, asam, dan berlemak sebaiknya dibatasi untuk mencegah peningkatan produksi asam lambung.

Teknik pernapasan dalam juga dapat membantu meredakan sensasi sesak pada dada, terutama jika dipicu oleh stres. Menarik napas perlahan melalui hidung dan menghembuskannya secara perlahan melalui mulut dapat membantu meningkatkan suplai oksigen serta menenangkan sistem saraf.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER