MATAJAMBI.COM - Menentukan waktu olahraga saat puasa menjadi hal penting bagi siapa pun yang ingin tetap sehat dan aktif selama Ramadan. Meski sedang menahan lapar dan haus, aktivitas fisik tetap bisa dilakukan dengan aman asalkan memilih waktu yang tepat serta menyesuaikan jenis dan intensitas latihan.
Berolahraga di bulan puasa memang memiliki tantangan tersendiri. Tubuh tidak mendapat asupan makanan dan cairan selama berjam-jam, sehingga energi lebih terbatas dibanding hari biasa.
Karena itu, pemilihan waktu olahraga saat puasa harus dipertimbangkan secara matang agar manfaat kesehatan tetap diperoleh tanpa menimbulkan risiko seperti pusing, lemas, atau dehidrasi.
Jika dilakukan di waktu yang kurang tepat, olahraga justru dapat menjadi beban bagi tubuh. Sebaliknya, dengan pengaturan waktu yang sesuai, aktivitas fisik tetap mampu menjaga kebugaran tanpa menguras tenaga secara berlebihan.
Beberapa waktu berikut dinilai aman dan efektif untuk berolahraga selama bulan puasa, tergantung pada kondisi tubuh dan rutinitas masing-masing.
Setelah sahur menjadi salah satu pilihan yang banyak dianjurkan. Pada rentang waktu sekitar pukul 05.00 hingga 06.00, tubuh masih memiliki cadangan energi dan cairan dari makanan sahur. Aktivitas ringan hingga sedang dapat dilakukan karena stamina relatif masih terjaga.
Menjelang berbuka juga menjadi opsi yang cukup populer. Berolahraga sekitar 30 hingga 60 menit sebelum waktu magrib memungkinkan tubuh segera mengganti cairan dan energi setelah selesai beraktivitas. Cara ini dinilai efektif karena risiko dehidrasi dapat segera diatasi saat berbuka.Sementara itu, bagi yang ingin melakukan olahraga dengan intensitas lebih tinggi seperti lari, berenang, atau latihan kelompok, waktu setelah berbuka merupakan pilihan paling aman.
Pada fase ini, tubuh telah mendapatkan kembali asupan nutrisi dan cairan. Namun, disarankan memberi jeda sekitar satu hingga dua jam setelah makan sebelum memulai olahraga agar pencernaan tidak terganggu.
Selain memperhatikan waktu, jenis olahraga juga perlu disesuaikan agar tubuh tidak kelelahan. Aktivitas ringan seperti jalan kaki atau joging santai menjadi pilihan aman karena tidak terlalu menguras energi, tetapi tetap membantu menjaga kesehatan jantung dan peredaran darah.
Bersepeda dengan tempo pelan juga dapat dilakukan karena tidak memerlukan tenaga besar. Olahraga ini efektif melatih otot kaki sekaligus membakar kalori tanpa meningkatkan risiko dehidrasi secara berlebihan.
Yoga dan pilates menjadi alternatif lain yang baik selama puasa. Gerakannya relatif lembut dan berfokus pada fleksibilitas, kekuatan otot inti, serta pengendalian stres. Stretching atau peregangan sederhana juga bermanfaat untuk menjaga kelenturan otot dan sendi, terutama bagi yang banyak beraktivitas di dalam ruangan.