Tetap aktif selama puasa membantu menjaga kepadatan tulang dan kelenturan sendi. Aktivitas seperti jalan kaki atau latihan low-impact bermanfaat terutama bagi lansia untuk mengurangi risiko kekakuan sendi maupun pengeroposan tulang.Olahraga juga berperan dalam meningkatkan kualitas tidur. Aktivitas fisik membantu menurunkan kadar hormon stres sehingga tubuh lebih rileks saat beristirahat. Hal ini penting mengingat pola tidur selama Ramadan sering berubah akibat sahur dan ibadah malam.
Rutin berolahraga turut mendukung sistem imun. Aktivitas fisik membantu meningkatkan produksi sel imun yang berperan melawan infeksi. Dengan demikian, tubuh tetap kuat menghadapi perubahan pola hidup selama Ramadan.
Agar manfaat olahraga saat puasa bisa dirasakan secara optimal, pilih waktu yang aman seperti menjelang berbuka atau setelah berbuka.
Lakukan olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang selama 20 hingga 30 menit per sesi. Pastikan kebutuhan cairan dan nutrisi terpenuhi saat sahur dan berbuka, serta berikan tubuh waktu istirahat yang cukup.Hindari berolahraga di bawah terik matahari dan selalu lakukan pemanasan serta pendinginan. Jika muncul gejala seperti pusing, lemas berlebihan, atau jantung berdebar cepat, segera hentikan aktivitas dan beristirahat. Bila keluhan berlanjut, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.
Pada akhirnya, olahraga saat puasa bukanlah hal yang harus dihindari. Dengan pengaturan waktu dan intensitas yang tepat, aktivitas fisik justru menjadi kunci menjaga kesehatan, stamina, dan semangat selama menjalani ibadah Ramadan.