BATANG HARI, MATAJAMBI.COM - Kegiatan patroli monitoring yang dilaksanakan oleh Polres Batang Hari menyasar permukiman padat penduduk di wilayah Kota Muara Bulian, Jumat (20/2/2026) malam. Patroli tersebut dilakukan usai masyarakat menunaikan salat tarawih selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan dipimpin oleh IPDA Benny Tri Lesmana bersama IPDA Pringga Aji selaku penanggung jawab monitoring aktivitas masyarakat. Tim patroli terlihat menyambangi sejumlah titik, termasuk kawasan Perumnas Muara Bulian, guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
IPDA Benny Tri Lesmana mengatakan patroli monitoring dilaksanakan mulai pukul 21.30 WIB hingga pukul 00.00 WIB dini hari.
“Memang benar patroli monitoring kegiatan masyarakat setelah salat tarawih ini kita lakukan dengan tujuan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat selama bulan suci Ramadan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, khususnya di kawasan permukiman yang ditinggal warga saat beribadah.
Sementara itu, IPDA Pringga Aji menyebutkan sebanyak 10 personel gabungan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
“Untuk personel yang terlibat dalam kegiatan monitoring ini ada 10 personel gabungan yang terdiri dari Satlantas, Samapta, Reskrim, Intel dan SPKT,” katanya.
IPDA Benny menegaskan, patroli monitoring akan dilaksanakan secara rutin setiap malam selama bulan Ramadan.
“Kegiatan ini akan kita laksanakan setiap malamnya selama bulan Ramadan,” tuturnya.
Salah seorang warga Perumnas Muara Bulian, Edwar, mengaku menyambut baik kegiatan patroli yang dilakukan jajaran kepolisian.
“Kami sangat menyambut baik giat patroli monitoring yang diadakan oleh Polres Batang Hari agar tercipta lingkungan di dalam Kota Muara Bulian ini aman dan nyaman selama masyarakat melaksanakan ibadah di luar rumah,” ucapnya.
Lebih lanjut, IPDA Benny menjelaskan tujuan utama patroli juga untuk memastikan lingkungan padat penduduk di Kota maupun Kecamatan Muara Bulian tetap aman dari potensi tindak kriminalitas.