MATAJAMBI.COM - Olahraga saat demam masih sering dilakukan sebagian orang karena merasa kondisi tubuhnya tetap cukup kuat untuk beraktivitas.
Padahal, ketika tubuh sedang mengalami peningkatan suhu akibat infeksi, aktivitas fisik justru dapat menambah beban kerja organ tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan sebelum memutuskan tetap berolahraga.
Banyak yang mempertanyakan apakah olahraga saat demam tetap diperbolehkan. Ada pula anggapan bahwa tetap bergerak bisa mempercepat proses pemulihan. Pandangan ini muncul karena dalam kondisi sehat, olahraga memang dapat meningkatkan kebugaran dan membuat tubuh terasa lebih segar.
Namun, kondisi tubuh saat demam tidak sama dengan saat sehat. Strategi menjaga kebugaran yang biasa diterapkan dalam keadaan normal belum tentu aman ketika sistem imun sedang aktif melawan infeksi.
Demam merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi, baik yang disebabkan oleh virus maupun bakteri.
Pada fase ini, sistem kekebalan tubuh membutuhkan energi serta waktu istirahat yang cukup agar dapat bekerja secara optimal. Jika memaksakan diri berolahraga saat demam, energi yang seharusnya digunakan untuk melawan infeksi justru terpakai untuk aktivitas fisik.
Ketika demam, suhu tubuh meningkat dan kebutuhan cairan juga bertambah. Jika tetap melakukan olahraga saat demam, suhu inti tubuh bisa semakin tinggi dan risiko dehidrasi meningkat. Kondisi ini dapat membuat tubuh semakin lemah dan memperlambat proses penyembuhan.Selain itu, aktivitas fisik saat demam dapat memperberat kerja jantung dan paru-paru. Tubuh akan lebih cepat merasa lelah, dan gejala infeksi berpotensi memburuk, terutama jika demam disertai batuk berat, nyeri dada, atau sesak napas.
Karena itu, olahraga saat demam sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Selama suhu tubuh masih tinggi dan gejala infeksi belum mereda, istirahat menjadi pilihan paling tepat.
Setelah kondisi benar-benar pulih dan suhu tubuh kembali normal, olahraga dapat dimulai kembali secara bertahap dengan intensitas ringan sambil memperhatikan respons tubuh.
Untuk mempercepat proses pemulihan, tubuh memerlukan dukungan yang tepat. Pastikan asupan cairan terpenuhi dengan minum air putih yang cukup atau mengonsumsi cairan hangat agar terhindar dari dehidrasi. Konsumsi makanan bergizi seimbang juga penting untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, serta vitamin yang dibutuhkan selama masa pemulihan.
Kompres hangat pada area dahi, ketiak, atau lipatan paha dapat membantu menurunkan suhu tubuh secara bertahap. Gunakan pakaian yang tipis dan nyaman agar panas tubuh dapat keluar dengan baik. Waktu tidur yang cukup juga berperan penting karena saat tidur sistem imun bekerja lebih efektif melawan infeksi.