Metronews

Momen tausiah dan buka puasa bersama di Colosseum Jakarta bersama Gus Miftah

0

0

matajambi |

Rabu, 25 Feb 2026 09:37 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Momen tausiah dan buka puasa bersama di Colosseum Jakarta bersama Gus Miftah - (ist)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

JAKARTA, MATAJAMBI.COM - Pendakwah kondang Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah kembali menunjukkan gaya dakwah khasnya yang dekat dengan kalangan marjinal Selasa 24 Februari 2025 ia mengisi tausiah sekaligus menghadiri buka puasa bersama para pekerja 1001 Hotel dan Colosseum Jakarta, salah satu tempat hiburan malam yang dikenal luas di Indonesia bahkan pernah masuk jajaran klub terbaik dunia.

Bagi sebagian kalangan, lokasi tersebut mungkin tidak lazim untuk kegiatan keagamaan. Namun bagi Gus Miftah, justru di ruang-ruang seperti itulah dakwah harus hadir.

Dalam ceramahnya, Gus Miftah kembali menegaskan pesan yang selama ini melekat pada dirinya: berdakwah tanpa menghakimi.

Ia mengingatkan bahwa Tuhan tidak memanggil manusia dengan label pendosa, melainkan sebagai hamba. Pesan tersebut disampaikan untuk menguatkan para pekerja hiburan malam agar tidak merasa jauh dari rahmat Allah.

Baca Juga:

Salat Gaib Warnai Aksi di Polda DIY, Massa Berharap Polisi Lakukan Reformasi

Dalam kesempatan itu, ia juga mengisahkan pengalamannya mendatangi kawasan lokalisasi dan memberikan bantuan kepada para pekerja agar berhenti bekerja selama satu malam. Menurutnya, berhenti dari perbuatan maksiat walau sesaat tetaplah sebuah langkah positif.

“Kalau bisa berhenti satu malam saja itu sudah sebuah keberhasilan. Proses itu harus dihargai,” ujarnya.

Publik selama ini mengenal Gus Miftah sebagai dai yang kerap menyambangi tempat-tempat yang jarang tersentuh dakwah, mulai dari klub malam hingga komunitas yang dianggap terpinggirkan.

Ia pernah menyampaikan bahwa mereka yang dicap sebagai pelaku maksiat seringkali justru memandang orang saleh dengan penuh harap, sementara orang yang merasa saleh kadang melihat dengan stigma. Karena itu, menurutnya, dakwah harus hadir dengan empati dan kasih sayang.

Momentum buka puasa bersama di Colosseum Jakarta ini dinilai sebagai simbol kembalinya Gus Miftah pada pola dakwah yang membesarkan namanya, yakni mendatangi mereka yang jarang dijangkau.

Baca Juga:

Awali Safari Ramadan 1447 H, Wabup A Khafidh Janjikan Perbaikan Jalan di Tabir Barat

Dalam sesi dialog, Gus Miftah juga menyinggung masa ketika dirinya mendapat banyak kritik. Ia mengutip hadis yang menyebut bahwa ujian adalah bentuk cinta Tuhan kepada hamba-Nya. “Manusia punya kendala, tapi Allah punya kendali,” tuturnya.

Ia mengaku, masa-masa sulit justru membuatnya semakin banyak berbagi dan membantu sesama. Bahkan, jumlah orang yang ia fasilitasi untuk berangkat umrah disebutnya meningkat setelah melewati ujian tersebut.

Kehadiran Gus Miftah di tempat hiburan malam kerap memunculkan pro dan kontra. Sebagian menilai pendekatan tersebut sebagai langkah progresif, sementara yang lain menganggapnya kontroversial.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER