Selain itu, seluruh aktivitas akademik yang bersangkutan, termasuk kegiatan mengajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, turut dihentikan sementara waktu.Atas nama pimpinan, pihak kampus juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila peristiwa ini menimbulkan ketidaknyamanan.
UIN STS Jambi menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh individu tersebut bersifat personal dan tidak mencerminkan nilai, budaya kerja, maupun komitmen institusi secara keseluruhan.
“Kami tetap berkomitmen menjaga lingkungan akademik yang berintegritas, profesional, dan bermartabat,” tegas pihak kampus.
Saat ini, pihak kampus tengah melakukan penelusuran internal guna mendapatkan informasi yang lebih lengkap, akurat, dan berimbang sebelum mengambil keputusan final.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil didasarkan pada fakta yang valid serta sesuai dengan mekanisme yang berlaku.Di tengah berkembangnya informasi, pihak kampus juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
Publik diminta untuk tidak menyebarkan spekulasi atau narasi yang belum terverifikasi, karena dikhawatirkan dapat memperkeruh situasi dan merugikan banyak pihak.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi dunia pendidikan dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik. Respons cepat dan langkah tegas dari institusi diharapkan mampu menjaga kredibilitas serta menunjukkan komitmen terhadap penegakan etika akademik.