MATAJAMBI.COM - Aksi arogan seorang pria yang menghalangi ambulans saat hendak menjemput pasien di Kota Depok, Jawa Barat, viral di media sosial dan memicu kemarahan publik. Dalam video yang beredar luas, pria tersebut terlihat emosi hingga memaki sopir ambulans dan menghambat laju kendaraan medis yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Moch Nail, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Minggu siang 10 mEI 2026 sekitar pukul 11.18 WIB. Rekaman video yang diunggah akun Instagram @albaarifoundation memperlihatkan situasi cekcok antara pria berbaju putih dengan kru ambulans di tengah jalan lingkungan warga.
Tak hanya menghalangi jalan ambulans, pria tersebut juga terekam menendang bagian bodi kendaraan hingga menyebabkan kerusakan pada bumper depan sebelah kiri mobil ambulans. Video itu pun langsung menyebar di berbagai platform media sosial dan menuai kecaman dari netizen.
Banyak warga menilai tindakan tersebut sangat berbahaya karena ambulans sedang menjalankan tugas untuk menjemput pasien. Apalagi kendaraan ambulans termasuk kendaraan prioritas yang harus didahulukan di jalan raya sesuai aturan lalu lintas.
Setelah video tersebut viral, jajaran Polres Metro Depok langsung bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku yang diketahui berinisial ML.
Pelaku ditangkap pada Minggu malam sekitar pukul 22.50 WIB di kediamannya yang berada di Jalan Jati Raya, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Polisi juga turut mengamankan sepeda motor yang digunakan saat kejadian sebagai barang bukti.
Dalam keterangannya, pihak kepolisian menyebut pelaku diamankan bersama seorang saksi yang merupakan adik iparnya sebelum dibawa ke Mapolres Metro Depok guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.Kronologi kejadian bermula saat tim ambulans baru keluar dari kantor untuk menjemput pasien. Karena melintasi jalan kecil di kawasan permukiman warga, kru ambulans hanya menyalakan lampu jumper tanpa menggunakan sirene agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Namun, penggunaan lampu isyarat tersebut justru memicu emosi pelaku. Tim ambulans mengaku sudah menjelaskan bahwa mereka sedang menuju lokasi pasien, tetapi pelaku tidak percaya dan terus marah-marah.
Untuk memastikan situasi sebenarnya, kru ambulans bahkan sempat mengajak pelaku ikut bersama menuju lokasi penjemputan pasien. Awalnya pelaku disebut menyetujui ajakan tersebut dan sempat mengaku siap bertanggung jawab atas kerusakan mobil ambulans.
Akan tetapi, di tengah perjalanan emosi pelaku kembali memuncak. Ia diduga memotong jalur kendaraan ambulans dan kembali menghalangi lajunya di jalan.
Pihak ambulans juga menyebut dalam video terlihat adanya dugaan unsur ancaman dan tindakan perusakan terhadap kendaraan medis tersebut.