Selain melanoma, terdapat pula kanker kulit langka bernama karsinoma sel Merkel yang dikenal sangat ganas dan sulit ditangani. Kanker ini dapat menyebar dengan cepat ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.Faktor usia dan warna kulit juga memengaruhi risiko seseorang terkena kanker kulit. Orang berkulit terang dan lanjut usia umumnya memiliki risiko lebih tinggi.
Paparan sinar ultraviolet (UV) menjadi penyebab utama munculnya kanker kulit. Sinar UV dapat berasal dari matahari maupun alat tanning atau penyamakan kulit buatan.
Riwayat kulit terbakar akibat sinar matahari juga sangat berpengaruh. Para ahli menyebut seseorang yang mengalami lima kali atau lebih sunburn parah sepanjang hidupnya memiliki risiko melanoma jauh lebih besar dibanding orang lain.
Selain itu, kanker kulit yang muncul di area sulit terlihat seperti kulit kepala, punggung, telapak kaki, atau bawah kuku sering terlambat disadari sehingga berpotensi berkembang lebih jauh sebelum didiagnosis.
Untuk mencegah kanker kulit berkembang parah, masyarakat dianjurkan rutin memeriksa kondisi kulit sendiri di rumah maupun melakukan pemeriksaan ke dokter kulit secara berkala.
Perhatikan jika terdapat tahi lalat baru, bercak aneh, luka yang tidak sembuh-sembuh, benjolan, atau perubahan warna kulit yang mencurigakan.Dokter biasanya menggunakan metode ABCDE untuk mengenali tanda melanoma.
A berarti Asymmetry atau bentuk tahi lalat tidak simetris.
B berarti Border atau tepi tahi lalat tampak tidak rata.
C berarti Color atau warna tahi lalat berubah-ubah.
D berarti Diameter atau ukurannya lebih besar dari 6 milimeter.
E berarti Evolving atau tahi lalat terus mengalami perubahan bentuk, ukuran, maupun warna.
Selain itu, rasa gatal, nyeri, hingga luka yang mudah berdarah juga bisa menjadi tanda bahaya kanker kulit.
Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat menggunakan tabir surya minimal SPF 30 saat beraktivitas di luar ruangan untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV.
Penggunaan topi lebar, pakaian tertutup, dan kacamata hitam juga membantu mengurangi risiko kerusakan kulit akibat matahari.