Almond, pistachio, dan kenari mengandung magnesium, protein, serat, vitamin E, serta melatonin alami yang membantu tubuh tidur lebih nyenyak dan mengurangi peradangan.Kandungan nutrisi tersebut juga baik untuk kesehatan jantung dan membantu mengontrol berat badan.
Buah beri seperti blueberry, stroberi, raspberry, dan blackberry juga kaya antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif akibat kurangnya oksigen saat tidur.
Selain membantu mengurangi peradangan, buah beri juga tinggi serat sehingga dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal.
Sementara itu, protein tanpa lemak seperti ayam, telur, tahu, kedelai, kalkun, dan makanan laut mengandung tryptophan, asam amino yang membantu tubuh memproduksi melatonin.
Melatonin berfungsi mengatur siklus tidur sehingga kualitas tidur penderita sleep apnea bisa menjadi lebih baik.
Produk susu rendah lemak juga disebut memiliki manfaat untuk penderita OSA. Susu skim, yogurt rendah lemak, cottage cheese, hingga cream cheese rendah lemak dapat membantu mendukung pola tidur yang lebih sehat dan mengurangi peradangan dalam tubuh.Meski banyak makanan yang dianjurkan, terdapat pula sejumlah makanan yang sebaiknya dibatasi karena dapat memperburuk gejala sleep apnea.
Makanan tinggi karbohidrat olahan seperti roti putih, kue, minuman manis, dan sereal tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang memengaruhi kualitas tidur serta memicu kenaikan berat badan.
Alkohol juga menjadi salah satu pemicu utama memburuknya sleep apnea karena dapat membuat otot tenggorokan lebih rileks sehingga saluran napas semakin mudah tersumbat saat tidur.
Selain itu, makanan tinggi lemak jenuh seperti gorengan, daging berlemak, mentega, dan produk susu full cream juga dikaitkan dengan peningkatan risiko OSA yang lebih parah.
Menariknya, beberapa penelitian juga menyebut pisang berpotensi meningkatkan produksi lendir pada sebagian orang sehingga dapat membuat saluran napas terasa lebih berat saat tidur.