Uzbekistan sempat mendapatkan harapan pada menit ke-29. Aziz Ganiev melepaskan tembakan jarak jauh yang sukses membobol gawang Portugal.Namun, gol itu akhirnya dianulir setelah wasit melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee atau VAR. Dalam proses serangan tersebut, lebih dulu terjadi pelanggaran terhadap Joao Cancelo.
Cristiano Ronaldo kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Uzbekistan menjelang turun minum. Pada menit ke-39, Portugal melancarkan serangan balik cepat yang kembali berbuah gol.
Bruno Fernandes mengirim umpan terobosan matang ke ruang kosong. Ronaldo bergerak cepat, lolos dari kawalan pemain belakang Uzbekistan, lalu menuntaskan peluang dengan sepakan akurat.
Gol kedua Ronaldo membuat Portugal unggul 3-0 sebelum jeda. Brace tersebut mempertegas peran penting Ronaldo sebagai pemimpin serangan Selecao.
Keunggulan tiga gol pada babak pertama membuat Portugal semakin nyaman mengatur tempo permainan. Uzbekistan dipaksa lebih banyak bertahan dan hanya sesekali mencoba keluar melalui serangan balik.
Memasuki babak kedua, Portugal tidak mengendurkan tekanan. Tim asuhan Roberto Martinez tetap menguasai jalannya pertandingan dan terus mencari celah untuk menambah gol.Gol keempat Portugal tercipta pada menit ke-60. Bek Uzbekistan, Abdukodir Khusanov, salah mengantisipasi bola di area pertahanan sendiri dan justru mencetak gol bunuh diri.
Skor berubah menjadi 4-0 untuk Portugal. Gol tersebut semakin menegaskan betapa sulitnya Uzbekistan keluar dari tekanan Selecao.
Portugal masih menciptakan sejumlah peluang setelah gol keempat. Bruno Fernandes hampir ikut mencatatkan namanya di papan skor, tetapi tembakannya masih bisa ditepis Nematov.
Ronaldo juga memiliki beberapa kesempatan untuk melengkapi hattrick. Namun, upayanya masih mampu digagalkan lini belakang Uzbekistan dan penjaga gawang lawan.
Meski tidak mencetak gol ketiga, kontribusi Ronaldo tetap sangat besar. Dua golnya menjadi fondasi kemenangan telak Portugal dalam pertandingan ini.
Rafael Leao Tutup Pesta Gol Portugal