MATAJAMBI.COM
Bosnia tampil efektif sejak babak pertama. Gol pembuka lahir pada menit ke-29 melalui aksi Kerim Alajbegovic. Pemain muda Bosnia itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal dibendung lini pertahanan Qatar.
Lima menit kemudian, Bosnia memperbesar keunggulan. Serangan dari sisi kiri berujung kemelut di depan gawang Qatar dan bola berbelok masuk setelah mengenai Sultan Albrake. Gol bunuh diri tersebut membuat Bosnia memimpin 2-0.
Qatar sempat menjaga asa sebelum turun minum. Pada menit ke-42, Hasan Al Haydos berhasil memperkecil ketertinggalan setelah memanfaatkan umpan Edmilson Junior. Skor 2-1 untuk Bosnia bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Qatar berusaha meningkatkan tekanan. Akram Afif sempat memperoleh ruang tembak pada menit ke-61, tetapi peluang tersebut belum mampu mengubah kedudukan. Bosnia juga tidak memilih bertahan total karena mereka masih membutuhkan hasil terbaik untuk menjaga peluang lolos.
Gol penentu akhirnya tercipta pada menit ke-80. Ermin Mahmic, yang masuk menggantikan Edin Dzeko, berada di posisi tepat saat terjadi kemelut di kotak penalti Qatar. Ia kemudian melepaskan tembakan yang memastikan kemenangan Bosnia menjadi 3-1.Bagi Qatar, kekalahan ini menjadi penutup pahit perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Tidak hanya tersingkir lebih cepat, mereka juga harus menerima kenyataan bahwa lini tengah mereka bakal kehilangan Assim Madibo dalam beberapa pertandingan internasional berikutnya.
Madibo dijatuhi sanksi larangan bermain selama lima pertandingan oleh FIFA setelah melakukan pelanggaran keras terhadap gelandang Kanada, Ismael Kone, pada laga kedua Grup B. Insiden tersebut membuat Kone mengalami cedera serius dan harus menjalani operasi.
Sanksi ini berpotensi berdampak langsung pada persiapan Qatar menuju Piala Asia 2027. Qatar tergabung di Grup F bersama Jepang, Thailand, dan Timnas Indonesia. Kehilangan Madibo tentu menjadi kerugian besar bagi Qatar, mengingat pemain berusia 26 tahun itu merupakan salah satu elemen penting di lini tengah.
Bagi Timnas Indonesia, situasi ini bisa menjadi kabar positif. Skuad Garuda yang kini ditangani John Herdman memiliki lebih banyak ruang untuk menyusun strategi menghadapi Qatar.
Tanpa Madibo, kekuatan Qatar di sektor tengah bisa berkurang, terutama dalam duel transisi, distribusi bola, dan perebutan penguasaan permainan.