JAKARTA, MATAJAMBI.COM – Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau Dinas PUTR Provinsi Jambi, Wahyudi Apdian, menghadiri Workshop Pengarusutamaan Infrastruktur Transportasi Linier Ramah Gajah dari Perencanaan hingga Implementasi.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 11–14 Mei 2026 di Jakarta. Workshop ini menjadi forum penting dalam mendorong pembangunan infrastruktur transportasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan dan konservasi satwa liar.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pembangunan jalan dan jalan tol yang melintasi kawasan habitat satwa, khususnya gajah.
Workshop ini digelar untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem.
Pembangunan jalan, jalan tol, dan infrastruktur transportasi linier lainnya perlu dirancang dengan memperhatikan jalur jelajah satwa liar. Hal ini penting agar pembangunan tidak menimbulkan gangguan besar terhadap habitat gajah maupun satwa lainnya.
Melalui forum ini, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan membahas langkah strategis agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan seimbang dengan upaya pelestarian lingkungan.
Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Jambi, Wahyudi Apdian, menyampaikan bahwa workshop tersebut sangat penting untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan infrastruktur yang lebih berkelanjutan.Menurutnya, pembangunan infrastruktur ke depan harus mampu menjawab kebutuhan konektivitas masyarakat, namun tetap memperhatikan aspek konservasi satwa dan lingkungan.
“Workshop ini penting untuk melihat bagaimana pembangunan infrastruktur dapat dirancang ramah terhadap satwa, khususnya pada jalur yang melewati jalan tol maupun kawasan habitat gajah,” ujar Wahyudi.
Ia menilai, pembahasan mengenai infrastruktur ramah gajah menjadi relevan karena sejumlah daerah di Indonesia memiliki kawasan pembangunan yang bersinggungan dengan habitat satwa liar.
Kegiatan workshop tersebut dibuka langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Rahmad Marzuki.
Dalam sambutannya, Rahmad menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ramah satwa perlu dibahas sejak tahap perencanaan hingga implementasi di lapangan.