NEW JERSEY, MATAJAMBI.COM – Ekuador menjaga peluang mereka di Piala Dunia 2026 tetap hidup setelah meraih kemenangan penting atas Jerman. La Tri sukses menaklukkan Der Panzer dengan skor 2-1 pada laga terakhir Grup E, Jumat 26 Juni 2026.
Kemenangan ini menjadi hasil besar bagi Ekuador. Setelah hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan awal, tim asal Amerika Selatan itu akhirnya memastikan tempat di babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Gonzalo Plata tampil sebagai pahlawan kemenangan Ekuador. Golnya pada menit ke-77 memastikan La Tri membalikkan keadaan sekaligus menghentikan laju impresif Jerman yang sebelumnya tampil kuat di fase grup.
Jerman langsung mengejutkan Ekuador saat pertandingan baru berjalan kurang dari dua menit. Leroy Sane membawa Der Panzer unggul cepat melalui penyelesaian tenang di kotak penalti.
KLASEMEN PIALA DUNIA
Gol tersebut berawal dari umpan Florian Wirtz yang mengarah ke area berbahaya. Sane kemudian menyambar bola dengan tembakan first time yang tidak mampu dihentikan kiper Ekuador, Hernan Galindez.
Namun, gol cepat Jerman memicu protes keras dari pemain Ekuador. Mereka menilai ada pelanggaran lebih dulu dalam proses serangan setelah Aleksandar Pavlovic terlihat mengangkat kaki terlalu tinggi dan mengenai Pedro Vite.
Meski Ekuador melakukan protes, gol tetap disahkan. Jerman pun memimpin 1-0 dan membuat La Tri harus bekerja lebih keras sejak awal pertandingan.
Tertinggal cepat tidak membuat Ekuador kehilangan fokus. La Tri justru mulai tampil lebih berani dan berusaha menekan pertahanan Jerman.
Usaha tersebut membuahkan hasil tujuh menit kemudian. Nilson Angulo berhasil menyamakan kedudukan melalui tembakan keras dari luar kotak penalti.
Gol itu berawal dari kesalahan Felix Nmecha yang kehilangan bola di area permainan sendiri. Angulo memanfaatkan situasi tersebut dengan melepaskan tembakan rendah dari jarak sekitar 20 meter.
Bola meluncur deras melewati Manuel Neuer dan membuat skor berubah menjadi 1-1. Gol tersebut mengangkat semangat para pemain Ekuador yang sedang berjuang untuk menjaga asa lolos ke fase gugur.