MATAJAMBI.COM - Sarapan adalah fondasi penting untuk memulai hari dengan optimal. Asupan pagi yang tepat membantu tubuh mengisi ulang energi setelah puasa semalaman, menstabilkan suasana hati, mempertajam fokus, serta menjaga performa fisik dan mental sepanjang hari. Namun, bukan sekadar sarapan, jenis makanan yang dipilih juga sangat menentukan dampaknya bagi kesehatan.
Sayangnya, banyak menu yang tampak praktis justru kurang ideal dikonsumsi di pagi hari. Berikut adalah daftar makanan yang sebaiknya dihindari saat sarapan
1. Sereal Manis Kemasan
Sereal sering dianggap “menu aman” karena mudah disajikan dan rasanya digemari. Namun, banyak sereal kemasan termasuk yang tampak sehat mengandung gula tambahan tinggi dan protein yang rendah. Kombinasi ini membuat gula darah melonjak cepat lalu turun drastis, sehingga rasa lapar muncul kembali hanya dalam hitungan jam.
Selain itu, konsumsi rutin sereal tinggi gula berkaitan dengan risiko obesitas, resistensi insulin, dan gangguan metabolik. Bahkan granola yang terlihat alami pun kerap disisipi pemanis tambahan.
Alternatif lebih baik: oatmeal utuh tanpa gula dengan topping kacang, biji-bijian, atau buah segar; atau sereal gandum utuh rendah gula dengan susu tinggi protein.
2. Roti Panggang dengan Mentega
Roti panggang bermentega memang praktis, tetapi kurang mengenyangkan karena minim protein dan serat. Sebagian besar kalorinya berasal dari karbohidrat sederhana dan lemak, yang cepat dicerna dan tidak memberi rasa kenyang tahan lama.Jika dikonsumsi sendirian, menu ini berpotensi membuat Anda cepat lemas dan lapar sebelum waktu makan siang.
Agar lebih bernutrisi: pilih roti gandum utuh dan tambahkan sumber protein seperti telur, dada ayam, tuna, atau selai kacang tanpa gula. Lengkapi dengan irisan sayur (tomat, mentimun, sayuran hijau) untuk serat ekstra.
3. Pastry dan Kue Manis
Donat, croissant, roti gulung manis, dan aneka kue sering jadi pilihan “cepat saji” di pagi hari. Masalahnya, makanan ini padat gula, lemak, dan kalori, tetapi miskin zat gizi penting.
Efeknya, energi hanya bertahan singkat dan rasa lapar datang lebih cepat, bahkan sebelum jam makan siang. Konsumsi rutin juga berkontribusi pada kenaikan berat badan dan gangguan kesehatan jangka panjang.