Metronews

Smartwatch Masih Aktif! Pengakuan Kerabat Kopilot Pesawat ATR 42-500 Ungkap Pergerakan

0

0

matajambi |

Senin, 19 Jan 2026 15:05 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Isyarat dari Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Picu Harapan, SAR Maksimalkan Golden Time di Gunung Bulusaraung - (ist)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM -  Di tengah operasi pencarian korban kecelakaan ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perhatian publik tersedot pada pengakuan keluarga Farhan Gunawan, kopilot pesawat.

Klaim adanya aktivitas langkah kaki pada smartwatch yang terhubung dengan ponsel Farhan memunculkan secercah harapan di tengah upaya penyelamatan yang berpacu dengan waktu.

Melalui unggahan video di media sosial, kerabat Farhan bernama Pitri Keandedes Hasibuan menyebutkan bahwa data perangkat wearable tersebut masih merekam pergerakan setelah waktu jatuhnya pesawat.

Informasi itu disampaikan Pitri setelah ponsel Farhan ditemukan di area hutan dan kini berada di tangan adiknya yang juga disebut sebagai pasangan Farhan.

Menurut Pitri, ponsel tersebut terhubung dengan smartwatch Farhan dan memperlihatkan catatan langkah yang bertambah sejak pagi hingga malam hari. Temuan ini membuat keluarga meyakini masih ada peluang untuk menemukan Farhan dalam kondisi selamat.

Baca Juga:

HUT ke-63 Bank 9 Jambi: Fun Run Meriah, Perkuat Sinergi Bank Daerah dan Masyarakat

“Data langkahnya muncul sejak sekitar pukul 06.00 WITA dan terus bertambah hingga malam,” tuturnya dalam video yang beredar, Senin 19 Januari 2026.

Atas dasar itu, keluarga berharap pencarian diperluas dan diperkuat. Mereka meminta tambahan personel, dukungan helikopter, serta optimalisasi penyisiran udara dan darat agar area hutan pegunungan dapat dijangkau lebih cepat. Seruan tersebut juga diarahkan kepada pemerintah pusat agar operasi kemanusiaan diperkuat pada fase krusial ini.

Sementara itu, Basarnas menegaskan fokus utama operasi adalah menemukan dan mengevakuasi seluruh korban secepat mungkin. Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa lebih dari 1.200 personel gabungan telah diterjunkan untuk menyisir kawasan Bulusaraung dan sekitarnya.

“Pada masa golden time ini, kami berharap ada keajaiban dan tim di lapangan mampu menemukan seluruh korban. Selama kepastian belum didapat, pencarian akan terus kami kejar dalam batas waktu yang ada,” ujar Syafii dalam konferensi pers di Posko SAR Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Senin (19/1/2026).

Baca Juga:

Psikolog Ungkap Ini Kebiasaan Pagi yang Membuat Pasangan Lebih Bahagia

Golden time sendiri merupakan periode kritis penyelamatan umumnya 72 jam pertama pascakejadian di mana peluang menemukan korban dalam kondisi hidup dinilai paling tinggi.

Karena itu, Basarnas memaksimalkan taktik pencarian dengan kombinasi penyisiran darat, pemantauan udara, serta pemetaan jalur evakuasi tercepat menuju titik aman.

Namun, operasi tidak sepenuhnya mulus. Syafii mengakui cuaca berubah cepat dan medan karst yang curam menjadi tantangan serius. “Tim di lapangan sudah menemukan korban, tetapi proses evakuasi terhambat cuaca dan kondisi medan sehingga belum dapat dibawa ke rumah sakit rujukan DVI Polri,” jelasnya. Prioritas penggunaan sarana udara pun belum optimal karena visibilitas dan angin yang tidak bersahabat.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER