MATAJAMBI.COM - Ibu hamil yang memasuki trimester ketiga kerap dibuat galau soal pilihan makanan, salah satunya durian. Buah beraroma kuat dan bercita rasa khas ini sering kali diidam-idamkan, tetapi juga diiringi kekhawatiran.
Tak sedikit yang percaya bahwa durian bersifat “panas” dan dapat memicu kontraksi dini, sehingga dianggap berbahaya bagi janin. Padahal, di balik rasanya yang lezat, durian juga dikenal kaya nutrisi. Lantas, benarkah ibu hamil makan durian di trimester 3 berisiko bagi kehamilan?
Secara medis, hingga saat ini tidak ditemukan bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa durian dapat memicu kontraksi rahim atau membahayakan janin. Sensasi “panas” yang sering dirasakan setelah mengonsumsi durian umumnya berasal dari kandungan gula dan kalori yang tinggi, bukan karena efek langsung pada rahim.
Artinya, ibu hamil tetap boleh mengonsumsi durian di trimester akhir, selama dalam jumlah wajar dan tidak memiliki kondisi medis tertentu. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan mengingat kandungan gula dan kalorinya yang cukup tinggi.
Durian mengandung berbagai nutrisi penting, seperti karbohidrat, vitamin C, vitamin B kompleks, folat, kalium, dan magnesium. Jika dikonsumsi secukupnya, buah ini justru dapat memberikan sejumlah manfaat bagi ibu hamil trimester 3.
Salah satunya sebagai sumber energi. Kandungan karbohidrat dalam durian dapat membantu memenuhi kebutuhan energi yang meningkat menjelang persalinan, terutama saat ibu hamil mudah merasa lelah.
Selain itu, durian juga mengandung folat yang berperan penting dalam mendukung perkembangan sistem saraf janin dan membantu mengurangi risiko cacat tabung saraf. Kandungan vitamin C di dalamnya berfungsi sebagai antioksidan, membantu meningkatkan daya tahan tubuh ibu, sekaligus mendukung penyerapan zat besi untuk mencegah anemia.
Tak hanya itu, kalium dan magnesium dalam durian berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi saraf dan otot, serta membantu mencegah kram otot yang kerap muncul di trimester akhir kehamilan.
Meski bernutrisi, konsumsi durian secara berlebihan tetap berisiko bagi ibu hamil. Kandungan gula dan kalori yang tinggi dapat memicu peningkatan kadar gula darah, terutama pada ibu dengan diabetes gestasional.
Risiko lain yang dapat muncul meliputi kenaikan berat badan berlebih, gangguan pencernaan seperti perut kembung, mual, sembelit, hingga rasa begah. Pada kasus yang jarang, durian juga dapat memicu reaksi alergi pada ibu yang sensitif terhadap makanan tertentu.
Agar tetap aman, ibu hamil disarankan untuk memperhatikan porsi dan frekuensi konsumsi durian. Batas aman yang dianjurkan adalah sekitar 2–3 potong kecil per sekali makan dan tidak lebih dari 1–2 kali dalam seminggu.
Selain itu, ibu hamil dianjurkan memperbanyak minum air putih, menghindari konsumsi durian bersamaan dengan makanan tinggi gula lainnya, serta menghentikan konsumsi jika muncul keluhan seperti mual berat, diare, atau rasa tidak nyaman pada perut.