BANGKO, MATAJAMBI.COM – Sektor pertanian di Kabupaten Merangin menunjukkan perkembangan yang semakin positif. Pemerintah Kabupaten Merangin mencatat peningkatan luas tanam sawah pada tahun dua ribu dua puluh lima dibandingkan tahun sebelumnya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Merangin, M. Syukur, saat mendampingi Gubernur Jambi dalam kunjungan kerja di Desa Seling, Kecamatan Tabir, Jumat, 6 Februari 2026. Ia menegaskan bahwa peningkatan luas tanam merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, sektor pertanian, serta para petani.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Merangin, luas tanam sawah sepanjang periode Januari hingga Desember tahun dua ribu dua puluh empat tercatat lebih dari sepuluh ribu hektare. Luasan tersebut mengalami peningkatan pada periode yang sama di tahun dua ribu dua puluh lima hingga mencapai lebih dari sebelas ribu hektare.
Menurut Bupati Syukur, peningkatan luas tanam tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas produksi melalui berbagai program penguatan sektor pertanian.
Pemerintah Kabupaten Merangin menaruh perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur pengairan dengan mengembangkan sistem irigasi terpompa serta melakukan rehabilitasi jaringan irigasi sekunder. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan persawahan masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah juga meningkatkan dukungan terhadap sarana produksi pertanian melalui penyaluran benih unggul untuk padi sawah, padi ladang, dan tanaman jagung. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen petani.
Penguatan mekanisasi pertanian juga terus didorong melalui pemberian bantuan alat dan mesin pertanian serta program optimalisasi lahan. Program tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi pengolahan lahan sekaligus mempercepat proses produksi pertanian.
Tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, Pemerintah Kabupaten Merangin juga mengembangkan Program Intensifikasi Beras Merangin. Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing beras lokal sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Dinas Pertanian Merangin juga mengelola Balai Benih Utama sebagai pusat pengembangan benih dan optimalisasi lahan pertanian. Pengelolaan tersebut mencakup pengembangan lahan jagung yang tersebar di beberapa wilayah strategis guna mendukung ketersediaan benih serta peningkatan produksi komoditas pangan.
Di sisi lain, pemerintah daerah tetap menaruh perhatian pada pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan pertanian. Akses jalan dinilai memiliki peran penting dalam memperlancar distribusi hasil panen petani.
Bupati Syukur menegaskan bahwa meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran, pembangunan infrastruktur pertanian tetap menjadi prioritas. Ia berharap peningkatan luas tanam sawah dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menerapkan sistem pertanian yang modern, efisien, dan berkelanjutan.