MATAJAMBI.COM – Sensasi napas terasa panas sering membuat seseorang merasa tidak nyaman bahkan khawatir. Kondisi ini kerap dianggap sepele, padahal dalam beberapa kasus dapat menjadi tanda awal gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.
Keluhan napas panas bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Umumnya, kondisi ini dipicu faktor ringan seperti udara kering, kurang minum, atau aktivitas fisik berlebihan. Namun, jika terjadi terus-menerus, kondisi tersebut patut diwaspadai.
Salah satu penyebab paling sering napas terasa panas adalah infeksi saluran pernapasan, seperti flu, pilek, hingga radang tenggorokan. Peradangan pada saluran napas dapat menimbulkan iritasi yang membuat napas terasa panas atau terbakar.
Biasanya, kondisi ini juga disertai gejala lain seperti batuk, demam, serta nyeri saat menelan. Keluhan ini sering muncul ketika daya tahan tubuh menurun, terutama saat perubahan musim.
Selain infeksi, paparan udara panas atau lingkungan dengan kelembapan rendah juga dapat menyebabkan napas terasa tidak nyaman. Kondisi ini sering dialami saat berada di ruangan berpendingin udara dalam waktu lama atau saat cuaca sangat panas.
Tidak hanya gangguan pernapasan, naiknya asam lambung atau GERD juga bisa menimbulkan sensasi panas hingga ke tenggorokan dan saluran napas. Biasanya keluhan ini muncul setelah makan atau ketika berbaring.
Di sisi lain, kebiasaan merokok juga berperan besar dalam memicu iritasi saluran napas. Kandungan zat kimia dalam rokok dapat merusak jaringan pernapasan sehingga menimbulkan rasa panas dan perih di tenggorokan.Paparan polusi udara, debu, dan asap kendaraan juga dapat memicu reaksi alergi yang menyebabkan napas terasa panas dan tidak nyaman.
Waspadai Jika Disertai Gejala Berat
Meski sering disebabkan kondisi ringan, napas terasa panas juga dapat menjadi tanda penyakit serius seperti bronkitis, pneumonia, hingga infeksi paru-paru tertentu. Risiko ini meningkat jika keluhan muncul bersamaan dengan sesak napas, demam tinggi, atau batuk berkepanjangan.
Tenaga medis menyarankan masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika keluhan napas panas tidak kunjung membaik atau semakin berat.
Untuk meredakan keluhan tersebut, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, seperti memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kelembapan saluran napas serta menghindari asap rokok dan polusi udara.
Menggunakan humidifier di ruangan ber-AC juga dapat membantu menjaga kelembapan udara. Selain itu, masyarakat dianjurkan menghindari makanan terlalu pedas, berminyak, maupun minuman panas yang dapat memperparah iritasi tenggorokan.