MATAJAMBI.COM - Air putih merupakan komponen penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi vital. Banyak orang meyakini bahwa semakin banyak air yang diminum, maka semakin baik bagi kesehatan.
Namun, anggapan tersebut tidak selalu tepat. Konsumsi air putih dalam jumlah besar, seperti mencapai empat liter per hari, bisa memberikan manfaat tertentu, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Kebutuhan cairan manusia sebenarnya berbeda-beda. Faktor seperti usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, hingga lingkungan tempat tinggal berperan dalam menentukan jumlah air yang dibutuhkan tubuh setiap hari.
Pada umumnya, orang dewasa disarankan mengonsumsi air sekitar dua hingga dua setengah liter per hari. Jumlah ini dapat meningkat apabila seseorang aktif berolahraga, bekerja di lingkungan panas, atau sedang menjalani kondisi tertentu seperti kehamilan dan menyusui.
Tubuh juga memiliki mekanisme alami untuk memberi sinyal kekurangan cairan melalui rasa haus, perubahan warna urine, hingga menurunnya energi tubuh. Oleh karena itu, kebutuhan air sebaiknya disesuaikan dengan respons tubuh, bukan hanya berdasarkan angka tertentu.
Dalam situasi tertentu, meningkatkan konsumsi air hingga empat liter per hari dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Hal ini biasanya terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar.
Konsumsi air yang cukup membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh yang berperan penting dalam proses metabolisme, pengaturan suhu tubuh, serta kinerja organ seperti otak, jantung, dan sistem pencernaan. Tubuh yang terhidrasi dengan baik biasanya membuat seseorang lebih fokus, tidak mudah lelah, dan mampu menjalankan aktivitas dengan optimal.Selain itu, hidrasi yang baik juga membantu menjaga elastisitas kulit serta mengurangi risiko kulit kering.
Air berperan dalam membantu tubuh mengeluarkan zat sisa metabolisme melalui urine dan keringat. Ketika asupan air meningkat, frekuensi buang air kecil biasanya juga bertambah. Hal ini dapat membantu membersihkan saluran kemih dan mengurangi risiko infeksi saluran kemih, terutama pada wanita.
Ginjal memerlukan cairan yang cukup untuk menyaring racun dan limbah dari darah. Pada orang yang memiliki aktivitas tinggi atau banyak kehilangan cairan, konsumsi air dalam jumlah besar dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal serta menjaga fungsi ginjal tetap optimal.
Ibu menyusui membutuhkan cairan lebih banyak karena sebagian cairan tubuh digunakan untuk menghasilkan ASI. Konsumsi air yang cukup dapat membantu menjaga stamina ibu, mengurangi risiko dehidrasi, serta mendukung kelancaran produksi ASI.
Selain manfaat tersebut, minum air yang cukup juga diketahui dapat membantu menjaga kesehatan sendi, melancarkan sistem pencernaan, serta membantu menjaga berat badan karena air dapat meningkatkan rasa kenyang.