Meskipun air putih sangat penting, konsumsi berlebihan justru dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Tidak semua orang membutuhkan air hingga empat liter per hari, terutama jika aktivitas fisik rendah atau kondisi cuaca tidak panas.Salah satu dampak paling berbahaya dari konsumsi air berlebihan adalah hiponatremia, yaitu kondisi ketika kadar natrium dalam darah menurun drastis akibat cairan yang terlalu banyak. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, sakit kepala, kebingungan, hingga gangguan kesadaran. Dalam kasus berat, hiponatremia dapat berakibat fatal.
Risiko ini biasanya meningkat jika seseorang minum air dalam jumlah besar dalam waktu singkat tanpa disertai asupan elektrolit.
Ginjal berfungsi menyaring cairan dan membuang kelebihan air melalui urine. Jika asupan cairan terlalu tinggi secara terus-menerus, ginjal dipaksa bekerja lebih keras. Pada orang dengan gangguan ginjal, jantung, atau hati, kondisi ini dapat memicu penumpukan cairan dalam tubuh.
Penumpukan cairan tersebut dapat menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu serta menimbulkan keluhan sesak napas.
Kelebihan cairan dapat mengencerkan kadar elektrolit penting seperti natrium dan kalium. Elektrolit memiliki peran besar dalam menjaga fungsi otot, saraf, dan jantung. Ketidakseimbangan elektrolit dapat menimbulkan gejala seperti kram otot, tubuh lemah, detak jantung tidak teratur, hingga gangguan fungsi organ vital.
Untuk mengetahui apakah tubuh telah mendapatkan cairan yang cukup, terdapat beberapa indikator sederhana yang dapat diperhatikan. Warna urine yang jernih atau kuning muda biasanya menandakan tubuh terhidrasi dengan baik. Sebaliknya, urine berwarna pekat dapat menjadi tanda kekurangan cairan.
Selain itu, munculnya rasa haus, bibir kering, pusing, serta kelelahan juga bisa menjadi sinyal tubuh membutuhkan tambahan cairan.
Minum air putih sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, konsumsi air hingga empat liter per hari tidak selalu dibutuhkan oleh setiap orang.
Dalam kondisi tertentu seperti aktivitas fisik berat, cuaca panas, atau masa menyusui, jumlah tersebut mungkin diperlukan. Sebaliknya, jika tubuh tidak memerlukan tambahan cairan, konsumsi air berlebihan justru berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Menjaga keseimbangan cairan dengan menyesuaikan kebutuhan tubuh merupakan cara terbaik untuk mendapatkan manfaat air putih tanpa menimbulkan risiko.