Sebelum menjabat sebagai wakil presiden, Try juga pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto, pengalaman yang memperkaya kiprahnya dalam pemerintahan.Usai menyelesaikan masa jabatannya sebagai wakil presiden, Try Sutrisno dipercaya memimpin Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) sebagai ketua umum pada periode 1998 hingga 2003. Di bawah kepemimpinannya, organisasi tersebut mampu memperkuat solidaritas antar-purnawirawan dari berbagai matra.
Selain itu, ia juga tercatat pernah menjadi sesepuh partai di Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, menunjukkan peran aktifnya dalam dinamika politik nasional.
Wafatnya Try Sutrisno menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang prajurit sekaligus negarawan yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk bangsa dan negara. Namanya akan tetap dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah militer dan pemerintahan Indonesia.