MATAJAMBI.COM – Memilih ikan segar menjadi hal penting yang sering diabaikan saat berbelanja. Padahal, kualitas ikan sangat berpengaruh terhadap rasa, kandungan gizi, hingga keamanan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Tidak semua ikan yang dijual di pasar atau supermarket berada dalam kondisi terbaik. Beberapa di antaranya tampak segar dari luar, tetapi sebenarnya sudah mengalami penurunan kualitas di bagian dalam. Kondisi ini tentu berisiko jika tetap dikonsumsi, bahkan dapat memicu gangguan kesehatan seperti keracunan makanan.
Para ahli menyarankan agar masyarakat lebih teliti sebelum membeli ikan. Dengan mengenali ciri-ciri ikan segar, risiko mendapatkan bahan makanan yang tidak layak konsumsi bisa dihindari.
Salah satu indikator paling mudah untuk menilai kesegaran ikan adalah bagian mata. Ikan yang masih segar umumnya memiliki mata yang jernih, bening, dan terlihat menonjol. Tampilan ini menunjukkan bahwa kondisi ikan masih baik dan belum mengalami pembusukan.
Sebaliknya, jika mata terlihat keruh, kusam, atau cekung ke dalam, hal tersebut menjadi tanda bahwa kualitas ikan sudah menurun. Perubahan ini terjadi karena proses alami pembusukan yang memengaruhi cairan di sekitar mata ikan.
Selain mata, bagian insang juga menjadi indikator penting. Ikan segar memiliki insang berwarna merah cerah dan tampak bersih. Warna ini menandakan bahwa ikan masih dalam kondisi baik. Jika insang berubah menjadi cokelat, pucat, atau berlendir tebal, sebaiknya ikan tersebut tidak dipilih.
Ciri lain yang tidak kalah penting adalah tekstur daging. Ikan segar memiliki daging yang padat, kenyal, dan elastis. Saat ditekan, daging akan kembali ke bentuk semula dengan cepat. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan otot ikan masih utuh.Berbeda dengan ikan yang sudah tidak segar, dagingnya cenderung lembek, berair, dan mudah hancur. Jika bekas tekanan tidak kembali seperti semula, sebaiknya hindari ikan tersebut.
Kondisi sisik dan kulit juga bisa menjadi petunjuk. Pada ikan segar, sisik menempel kuat dan tidak mudah rontok. Permukaan kulit terasa licin alami, bukan lengket atau berlendir berlebihan. Jika sisik mudah lepas dan kulit terasa tidak normal, kemungkinan ikan sudah mulai membusuk.
Aroma juga menjadi faktor penting dalam menentukan kesegaran ikan. Ikan yang masih layak konsumsi memiliki bau khas laut atau sungai yang segar dan tidak menyengat. Aroma ini cenderung ringan dan tidak menusuk hidung.
Sebaliknya, bau yang tajam, asam, atau menyerupai amonia menjadi tanda bahwa ikan sudah tidak segar. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh aktivitas bakteri yang berkembang pada ikan.
Bagian perut juga tidak boleh diabaikan. Ikan segar memiliki perut yang utuh dan tidak mudah pecah. Jika ditekan, tidak keluar cairan berlebihan. Sebaliknya, jika perut terlihat lembek atau mengeluarkan cairan berbau tidak sedap, hal ini menandakan proses pembusukan sudah terjadi di dalam tubuh ikan.