Metronews

Bikin Kaget! Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Pertamax Green Naik Lebih dari Rp4.000

0

0

matajambi |

Rabu, 10 Jun 2026 07:59 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Harga Pertamax Resmi Naik Mulai Hari Ini, Tembus Rp16.250 per Liter! Pertalite dan Biosolar Tetap Bertahan - (ist)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM – Kabar yang ditunggu sekaligus dikhawatirkan oleh para pengguna kendaraan akhirnya resmi diumumkan. PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada Rabu, 10 Juni 2026.

Kenaikan harga kali ini terjadi pada dua produk unggulan Pertamina, yakni Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95). Sementara itu, masyarakat pengguna BBM bersubsidi masih dapat bernapas lega karena harga Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak mengalami perubahan.

Berdasarkan daftar harga terbaru yang dirilis Pertamina, Pertamax kini dijual Rp16.250 per liter atau naik signifikan dibanding harga sebelumnya yang berada di angka Rp12.300 per liter.

Artinya, terjadi kenaikan sebesar Rp3.950 per liter. Tidak hanya itu, Pertamax Green 95 juga mengalami lonjakan harga dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter atau naik Rp4.100 per liter.

Kenaikan yang mendekati Rp4.000 per liter tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat karena termasuk salah satu penyesuaian harga BBM nonsubsidi terbesar yang terjadi sepanjang tahun 2026. Kondisi ini diperkirakan akan berdampak pada pengeluaran pengguna kendaraan pribadi yang selama ini mengandalkan Pertamax dan Pertamax Green sebagai bahan bakar utama.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah serta mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk pergerakan harga minyak mentah dunia dan kondisi pasar energi global.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari mekanisme evaluasi berkala yang selama ini diterapkan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis perusahaan, kualitas pelayanan kepada masyarakat, dan kepastian pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia.

"Penyesuaian harga dilakukan sesuai formula yang berlaku dan telah melalui koordinasi dengan pemerintah. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi BBM berkualitas tetap berjalan dengan baik dan kebutuhan energi masyarakat tetap dapat terpenuhi," ujar Roberth dalam keterangannya.

Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, pemerintah dan Pertamina tetap mempertahankan harga BBM subsidi guna menjaga daya beli masyarakat. Pertalite masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap berada di angka Rp6.800 per liter.

Kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi ini dinilai penting karena mayoritas masyarakat masih mengandalkan Pertalite dan Biosolar untuk kebutuhan transportasi sehari-hari maupun aktivitas ekonomi produktif.

Selain menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green, Pertamina tidak melakukan perubahan harga pada sejumlah produk BBM nonsubsidi lainnya. Harga Pertamax Turbo (RON 98) tetap bertahan di angka Rp20.750 per liter. Sementara itu, Dexlite (CN 51) masih dijual Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter.

Pertamina juga memastikan bahwa stok BBM baik subsidi maupun nonsubsidi dalam kondisi aman. Distribusi ke seluruh jaringan SPBU di berbagai daerah terus berjalan normal sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER