Lifestyle

Kucing Mengeong Terus Ternyata Ada Artinya, Ini Penjelasannya

0

0

matajambi |

Sabtu, 18 Apr 2026 08:04 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Ini Arti Suara Kucing yang Sering Tidak Disadari Pemilik - (ist)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM – Banyak pemilik kucing menganggap suara yang dikeluarkan hewan peliharaannya hanya sebagai bentuk ekspresi biasa. Padahal, setiap suara kucing sebenarnya merupakan cara komunikasi yang menyimpan makna tertentu, baik untuk berinteraksi dengan manusia maupun sesama kucing.

Setiap nada, intonasi, hingga frekuensi suara kucing bisa menjadi sinyal kondisi emosional dan fisik yang sedang dialaminya. Tidak sedikit kasus di mana perubahan suara menjadi tanda awal adanya masalah kesehatan atau stres pada kucing.

Memahami arti suara kucing menjadi penting agar pemilik dapat merespons dengan tepat, sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan hewan peliharaan di rumah.
Suara Kucing dan Maknanya yang Perlu Diketahui

Salah satu suara yang paling sering terdengar adalah mengeong. Suara ini biasanya menjadi cara kucing menyampaikan keinginan, seperti meminta makan, mengajak bermain, atau sekadar mencari perhatian. Namun, jika nada mengeong terdengar lebih panjang dan keras, hal ini bisa menjadi tanda ketidaknyamanan atau protes karena merasa diabaikan.

Selain itu, ada suara mendengkur yang identik dengan kondisi nyaman. Kucing biasanya mengeluarkan suara ini saat dielus atau berada dalam situasi yang membuatnya merasa aman. Meski demikian, pada beberapa kondisi, dengkuran juga bisa muncul saat kucing sedang sakit atau cemas sebagai cara menenangkan diri.

Suara lain yang perlu diperhatikan adalah desisan. Ketika kucing mengeluarkan suara ini, biasanya ia sedang merasa terancam atau takut. Desisan sering disertai perubahan bahasa tubuh seperti punggung melengkung, bulu berdiri, dan telinga menunduk. Kondisi ini menjadi tanda agar pemilik tidak mendekat karena kucing bisa bersikap agresif.

Tidak hanya itu, kucing juga dapat menggeram sebagai bentuk peringatan yang lebih serius. Suara ini menunjukkan bahwa kucing berada dalam kondisi defensif atau sangat terganggu. Jika sudah sampai tahap ini, interaksi sebaiknya dihentikan untuk menghindari risiko serangan.

Suara meraung yang terdengar seperti tangisan panjang biasanya muncul saat kucing memasuki masa birahi. Namun, suara ini juga dapat menjadi indikasi stres, kesepian, atau kebingungan, terutama pada kucing yang lebih tua. Dalam beberapa kasus, kondisi ini berkaitan dengan gangguan fungsi otak atau perubahan lingkungan yang drastis.

Ada pula suara pendek berulang yang terdengar seperti cicitan. Suara ini sering muncul ketika kucing melihat mangsa, seperti burung di luar jendela. Selain menunjukkan naluri berburu, suara ini juga bisa menjadi tanda frustrasi karena tidak dapat menjangkau targetnya.

Meskipun sebagian besar suara kucing merupakan bentuk komunikasi normal, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan lebih serius. Perubahan suara secara tiba-tiba, seperti menjadi serak atau hilang, bisa menjadi tanda gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan atau masalah pada pita suara.

Kucing yang terus mengeong tanpa alasan jelas juga patut diwaspadai. Jika kebutuhan dasar seperti makan dan minum sudah terpenuhi, kondisi ini bisa menunjukkan stres, kecemasan, atau bahkan gangguan medis tertentu. Pada kucing jantan yang belum disterilkan, suara berulang juga bisa muncul saat mencari pasangan.

Selain itu, suara yang disertai perubahan perilaku seperti lesu, tidak nafsu makan, atau demam menjadi sinyal penting adanya masalah kesehatan. Dalam kondisi ini, pemeriksaan ke dokter hewan sangat disarankan untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

Sumber :

1 2

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER