BATANG HARI, MATAJAMBI.COM - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Bulian, M. Ilham Santoso Sahdani, menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan Pegawai Pemasyarakatan yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Kamis 4 Juni 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB dengan mengangkat tema “Optimalisasi Pembinaan Kemandirian dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Lembaga Pemasyarakatan”.
Pembinaan pegawai pemasyarakatan ini diikuti oleh jajaran pegawai yang tengah menjalani program peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Melalui kegiatan tersebut, para pegawai diharapkan mampu memperkuat integritas, karakter, serta profesionalisme sebagai aparatur sipil negara yang berorientasi pada pelayanan dan pembinaan.
Dalam paparannya, Kalapas Muara Bulian M. Ilham Santoso Sahdani menekankan pentingnya pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Menurutnya, program pembinaan di dalam lapas tidak hanya menjadi rutinitas kegiatan, tetapi juga harus memberi manfaat nyata bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Ilham menjelaskan bahwa pembinaan kemandirian dapat menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung program ketahanan pangan. Melalui kegiatan produktif seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan berbagai keterampilan lainnya, warga binaan dapat memperoleh bekal kemampuan yang berguna untuk masa depan.
“Program pembinaan kemandirian harus mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun institusi. Melalui kegiatan pertanian, perikanan, peternakan, maupun keterampilan lainnya, warga binaan dapat memperoleh bekal keterampilan sekaligus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan,” jelas Ilham.
Menurut Ilham, pembinaan kemandirian di lembaga pemasyarakatan juga memiliki fungsi penting dalam membentuk karakter warga binaan. Program tersebut diharapkan mampu menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, etos kerja, serta kepercayaan diri.Ia menegaskan, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu memberi perubahan positif kepada warga binaan. Karena itu, setiap petugas pemasyarakatan perlu memiliki komitmen yang kuat dalam menjalankan tugas pembinaan.
Lebih lanjut, Ilham menekankan bahwa inovasi menjadi salah satu kunci agar program pembinaan kemandirian dapat berjalan optimal. Lapas harus mampu menyesuaikan program dengan kebutuhan warga binaan, potensi lingkungan, serta peluang yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Keberhasilan pembinaan juga memerlukan sinergi seluruh jajaran petugas pemasyarakatan. Menurut Ilham, pembinaan warga binaan tidak bisa hanya bertumpu pada satu bagian, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur di lingkungan lapas.
“Keberhasilan pembinaan memerlukan komitmen, inovasi, dan sinergi seluruh petugas pemasyarakatan agar program yang dijalankan dapat memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Kegiatan pembinaan pegawai pemasyarakatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman petugas terhadap pentingnya peran mereka dalam mendukung pembinaan warga binaan. Dengan sumber daya manusia yang semakin profesional dan berintegritas, pelaksanaan program kemandirian di lembaga pemasyarakatan diharapkan mampu berjalan lebih efektif.