Metronews

GEMPAR! Pemuda 24 Tahun Panjat Tower Diduga Frustasi Putus Cinta, Detik-detik Evakuasi Dramatis Terekam

0

0

matajambi |

Jumat, 24 Apr 2026 10:06 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

GEMPAR! Pemuda 24 Tahun Panjat Tower Diduga Frustasi Putus Cinta, Detik-detik Evakuasi Dramatis Terekam - (IST)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM - Sebuah video yang beredar luas di Instagram kembali menyita perhatian publik. Rekaman tersebut memperlihatkan aksi berbahaya seorang pria muda berinisial ARM (24) yang nekat memanjat menara telekomunikasi di kawasan Margomulyo. Kejadian ini sontak mengundang kepanikan warga sekitar serta pengguna jalan yang melintas.

Unggahan dari akun @ini_surabaya pada Kamis, 23 April 2026, menyebutkan bahwa pria tersebut bertahan di atas tower selama berjam-jam sebelum akhirnya berhasil dibujuk turun oleh petugas pemadam kebakaran. Situasi di lokasi pun sempat memanas hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas yang cukup parah.

Berdasarkan keterangan di lapangan, aksi nekat itu berlangsung selama kurang lebih tiga jam. ARM terlihat berada di titik paling atas tower tanpa bergerak banyak, sehingga membuat tim penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati dalam melakukan pendekatan.

Petugas gabungan yang terdiri dari pemadam kebakaran, aparat kepolisian, serta relawan setempat berupaya menenangkan korban dengan komunikasi persuasif. Evakuasi tidak bisa dilakukan secara paksa karena berisiko membahayakan nyawa ARM.

Selama proses berlangsung, ratusan hingga ribuan warga memadati area sekitar lokasi. Banyak di antara mereka yang merekam kejadian tersebut, sehingga memperparah kondisi lalu lintas di jalur utama yang menghubungkan beberapa wilayah di Sidoarjo.

Setelah melalui proses negosiasi panjang, ARM akhirnya bersedia turun dan langsung diamankan oleh petugas. Ia kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Tim medis menemukan bahwa kondisi fisiknya cukup lemah, diduga akibat kelelahan dan dehidrasi setelah berada di ketinggian dalam waktu lama tanpa asupan yang cukup. Selain itu, tenaga kesehatan juga mulai melakukan observasi awal terkait kondisi psikologisnya.

ARM diketahui merupakan perantau asal Sleman yang sedang berada di Sidoarjo untuk bekerja.

Kepala desa setempat, Sutrisno, menilai bahwa membludaknya warga di lokasi kejadian justru menambah tekanan mental bagi korban. Banyaknya orang yang menonton bahkan membuat situasi semakin tidak kondusif.

Menurutnya, ribuan warga yang berkumpul tidak hanya menghambat proses evakuasi, tetapi juga berpotensi memperburuk kondisi psikologis ARM yang sudah berada dalam tekanan.

Di balik aksi berisiko tersebut, muncul dugaan bahwa ARM tengah mengalami masalah pribadi. Informasi yang beredar mengarah pada persoalan asmara yang diduga menjadi pemicu kondisi emosionalnya.

Sutrisno memberikan pernyataan singkat yang menguatkan dugaan tersebut, bahwa ARM kemungkinan sedang menghadapi kekecewaan dalam hubungan percintaan.

Sumber :

1 2

# TAGS

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI