MATAJAMBI.COM - Al Haris secara resmi melepas keberangkatan kelompok terbang (kloter) perdana jemaah calon haji Provinsi Jambi tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Asrama Haji Kota Baru, Kota Jambi, Selasa malam 05 Mei 2026.
Dalam pelepasan tersebut, Gubernur Al Haris menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan terbaik sejak keberangkatan dari tanah air hingga menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kloter pertama yang tergabung dalam BTH 13 itu terdiri dari 443 jemaah calon haji asal Kota Jambi. Selain itu, turut diberangkatkan empat petugas Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan empat petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru. Suasana di Asrama Haji dipenuhi keluarga yang mengantar keberangkatan para jemaah menuju embarkasi Batam sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi.
Dalam sambutannya, Al Haris menyampaikan bahwa tahun ini Provinsi Jambi memperoleh peningkatan kuota haji dibandingkan tahun sebelumnya. Pada musim haji 2026, total kuota jemaah haji Jambi mencapai lebih dari 3.306 orang beserta petugas pendamping.
Menurutnya, peningkatan jumlah kuota tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Jambi yang telah lama menunggu antrean keberangkatan haji.
“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Jambi. Kita berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke daerah dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur,” ujar Al Haris.Ia juga meminta para jemaah untuk mendoakan Provinsi Jambi dan Indonesia selama berada di Tanah Suci agar selalu diberikan keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan.
Selain itu, Gubernur mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Menurutnya, ibadah haji membutuhkan stamina yang kuat karena seluruh prosesi dilakukan di tengah cuaca panas dan aktivitas yang cukup padat.
“Jemaah harus menjaga kesehatan, mengatur pola makan, istirahat yang cukup, dan mengikuti arahan petugas. Jangan memaksakan diri karena kondisi di sana sangat berbeda dengan di daerah,” katanya.
Al Haris juga menyoroti pentingnya kesiapan mental para jemaah. Ia menyebut berbagai tantangan di Tanah Suci, mulai dari kepadatan jemaah hingga keterbatasan fasilitas, merupakan bagian dari ujian kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah.
“Di sana kita diuji secara fisik maupun emosional. Kesabaran, kekompakan, dan kemampuan menahan ego sangat diperlukan agar ibadah berjalan dengan baik,” tambahnya.