JAMBI, MATAJAMBI.COM – Proyek besar Jambi Business Center (JBC) digadang-gadang akan menjadi wajah baru pusat bisnis modern di Kota Jambi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. Dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp1,2 triliun, proyek kawasan terpadu berkonsep superblock tersebut diyakini mampu menghadirkan dampak besar bagi dunia usaha, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jambi.
Al Haris menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran JBC yang dinilai dapat menjadi salah satu pusat ekonomi baru berkelas nasional di Kota Jambi. Menurutnya, proyek tersebut bukan hanya menghadirkan pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi simbol meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jambi.
Ia menilai masuknya investasi dalam jumlah besar menunjukkan bahwa Provinsi Jambi memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang dan dinilai aman bagi para investor untuk menanamkan modal.
Kawasan JBC sendiri dirancang sebagai pusat bisnis modern yang mengintegrasikan berbagai fasilitas komersial dalam satu area strategis di tengah kota. Proyek ini nantinya akan menghadirkan pusat perbelanjaan modern lima lantai, area komersial, hingga ratusan rumah toko atau ruko yang diperkirakan mencapai 229 unit.
Keberadaan fasilitas tersebut diprediksi akan menjadi magnet baru bagi aktivitas perdagangan, hiburan, hingga sektor jasa di Kota Jambi.
Menurut Al Haris, pembangunan kawasan bisnis modern seperti JBC memiliki efek domino yang besar terhadap perekonomian daerah. Selain meningkatkan aktivitas investasi, proyek tersebut juga diperkirakan mampu membuka ribuan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal, khususnya generasi muda di Jambi.
Ia menegaskan bahwa ketika pusat perbelanjaan, kawasan usaha, dan ruko mulai beroperasi, kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor otomatis akan meningkat, mulai dari bidang pelayanan, keamanan, kuliner, administrasi, hingga sektor kreatif dan digital.“Ini bukan sekadar pembangunan gedung, tetapi peluang besar bagi masyarakat Jambi untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan taraf ekonomi,” ujar Al Haris.
Lebih lanjut, Gubernur Jambi itu berharap JBC tidak hanya diisi oleh perusahaan besar atau jaringan ritel nasional, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuh bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Menurutnya, keterlibatan UMKM sangat penting agar perputaran ekonomi yang tercipta dari proyek tersebut dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Jambi.
Ia ingin kawasan JBC menjadi tempat kolaborasi antara pengusaha besar dan pelaku usaha lokal sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang saling mendukung dan berkembang bersama.
Jika UMKM lokal mendapat akses masuk ke kawasan bisnis modern tersebut, maka produk-produk asli Jambi juga memiliki peluang lebih besar untuk dikenal masyarakat luas hingga wisatawan yang datang ke Kota Jambi.