Metronews

Jangan Lewatkan Hari Arafah, Satu Hari yang Bisa Menghapus Dosa Dua Tahun

0

0

matajambi |

Selasa, 26 Mei 2026 09:45 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Keutamaan Hari Arafah: Hari Penuh Ampunan, Doa Mustajab, dan Pahala Puasa Dua Tahun - (matajambi.com)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung
Pada hari ini, umat Islam dianjurkan memohon sebanyak-banyaknya kepada Allah. Mintalah ampunan, kesehatan, rezeki yang halal, keluarga yang baik, keselamatan dunia dan akhirat, serta segala kebaikan yang diharapkan.

Salah satu dzikir terbaik yang dianjurkan pada Hari Arafah adalah:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Artinya:
“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Dzikir ini merupakan kalimat tauhid yang agung. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai ucapan terbaik yang beliau ucapkan, begitu pula para nabi sebelum beliau.

Hari Arafah juga termasuk dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Dalam Islam, sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan waktu yang sangat mulia untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ

Artinya:
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada sepuluh hari ini.”
(HR. Ahmad)

Keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini membuat umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Amalan tersebut dapat berupa puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, bersedekah, bershalawat, membantu sesama, dan memperbanyak istighfar.

Puasa sunnah pada awal Dzulhijjah umumnya dilakukan sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Di antara hari-hari tersebut, yang paling utama adalah tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu puasa Arafah. Sebagian umat Islam juga melaksanakan puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah yang dikenal sebagai puasa Tarwiyah.

Adapun pada tanggal 10 Dzulhijjah, yaitu Hari Raya Idul Adha, umat Islam diharamkan berpuasa. Hari tersebut merupakan hari makan, minum, bersyukur, dan merayakan nikmat Allah melalui ibadah kurban.

Hari Arafah seharusnya tidak dilewati seperti hari biasa. Ini adalah hari yang sangat berharga untuk memperbaiki diri. Seorang muslim dianjurkan memperbanyak taubat, memohon ampunan, dan mengakui kelemahan diri di hadapan Allah.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER