JAMBI, MATAJAMBI.COM – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Kota Jambi. Proyek strategis nasional tersebut dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor energi ramah lingkungan.
Dukungan tersebut disampaikan Kemas Faried saat menghadiri rapat koordinasi dan peninjauan lapangan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo, Kamis (9/4/2026), yang membahas percepatan realisasi pembangunan PSEL di Kota Jambi.
Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis teknologi modern menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya volume sampah di perkotaan. Kehadiran PSEL tidak hanya berfungsi mengurangi beban lingkungan, tetapi juga mampu menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Pada prinsipnya kami mendukung langkah pengelolaan sampah di setiap daerah, khususnya di Kota Jambi. Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota telah menginisiasi program ini dengan baik. Kami berharap ke depan semakin banyak investasi yang masuk ke Kota Jambi,” ujar Kemas Faried.
Pembangunan PSEL Talang Gulo menjadi salah satu proyek strategis yang mendapat perhatian pemerintah pusat. Kota Jambi bahkan ditetapkan sebagai salah satu dari 33 daerah prioritas nasional pengembangan PSEL dan masuk dalam 10 kota pertama yang akan diluncurkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Dalam rapat tersebut hadir sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PLN, serta pihak pembiayaan proyek. Dari Pemerintah Kota Jambi hadir Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, bersama jajaran terkait.
Kehadiran berbagai pihak menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi tersebut.Sementara itu, Wali Kota Jambi dr. Maulana mengungkapkan bahwa berbagai persiapan teknis telah dilakukan. Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan lahan seluas 21 hektare di kawasan TPA Talang Gulo, sementara kebutuhan pembangunan fasilitas PSEL diperkirakan hanya sekitar 5 hektare.
Meski demikian, terdapat tantangan utama yang harus segera diatasi, yakni ketersediaan pasokan sampah sebagai bahan baku utama pembangkit.
Menurut Maulana, agar dapat beroperasi secara optimal, PSEL membutuhkan sekitar 1.000 ton sampah per hari, sedangkan produksi sampah Kota Jambi saat ini berada pada kisaran 450 ton per hari.
“Ketersediaan sampah menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan operasional PSEL. Karena itu diperlukan kerja sama lintas daerah untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku sampah, Pemerintah Kota Jambi berencana menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah sekitar, termasuk Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, hingga Tanjung Jabung Timur.