Ia ingin terlihat berhasil, meski harus mengambil jalan yang salah. Inilah yang kemudian menyentuh banyak pihak, termasuk lembaga pendidikan penerbangan.
Melihat kisah di balik skandal tersebut, Aeronef Indonesia melalui Aeronef Academy mengambil langkah yang mengejutkan publik. Mereka secara resmi menawarkan pendidikan pramugari 100 persen gratis kepada Nisa.
Dalam pernyataan yang diunggah di Instagram @aeronefacademy.official, pihak Aeronef menyampaikan empati mendalam.
“Mungkin Kak Nisa sedang bersedih, namun kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Justru bisa menjadi awal dari cerita yang jauh lebih hebat jika diarahkan dengan cara yang benar.”
Aeronef menegaskan bahwa program tersebut mencakup pelatihan resmi dan sertifikasi, sehingga Nisa bisa mewujudkan mimpinya secara legal dan profesional.
Menurut Aeronef, meski langkah Nisa keliru, niat dan semangatnya patut dihargai. Ia rela berjuang demi mimpi dan keluarganya.
“Yang perlu diperbaiki bukan niatnya, tetapi jalannya,” ungkap pihak Aeronef.
Mereka juga mengundang Nisa untuk menghubungi akun resmi Aeronef Academy guna melanjutkan proses pendaftaran.
Kasus pramugari gadungan Batik Air memang menjadi peringatan serius bagi sistem keamanan penerbangan, terutama terkait penyalahgunaan atribut awak kabin.
Namun di sisi lain, kisah Nisa juga menunjukkan bagaimana kesalahan bisa berubah menjadi peluang jika ada kepedulian dan pembinaan yang tepat.
Kini, dari seorang yang dicemooh publik, Khairun Nisa justru mendapat kesempatan emas untuk benar-benar menjadi pramugari bukan lewat penyamaran, melainkan melalui jalur resmi dan bermartabat.