TANJAB TIMUR, MATAJAMBI.COM - Guru AS dari SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Kecamatan Berbak, akhirnya menyampaikan klarifikasi terkait insiden dugaan pengeroyokan yang menimpanya. Ia mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari situasi yang terjadi di dalam kelas saat proses belajar mengajar berlangsung.
Ia menceritakan bahwa saat itu dirinya sedang berada di lingkungan kelas ketika mendengar ada siswa yang memanggil namanya dengan nada yang tidak pantas.
Karena merasa terganggu, ia kemudian masuk ke kelas untuk memastikan siapa yang melakukan hal tersebut.
“Saya masuk ke kelas dan saya tanyakan siapa yang memanggil saya seperti itu. Tapi dia malah langsung menantang saya,” katanya.
Menurut AS, sikap siswa tersebut membuat emosinya terpancing hingga akhirnya terjadi tindakan spontan.
“Karena dia menantang, saya refleks menampar mukanya satu kali. Itulah kejadian awalnya,” ujarnya.
Namun, ia mengatakan persoalan itu tidak berhenti sampai di situ. Ketegangan justru terus berlanjut hingga waktu istirahat sekolah. Ia mengaku kembali mendapat tantangan dari siswa yang sama.“Setelah itu sampai jam istirahat, dia masih menantang saya lagi,” katanya.
AS menjelaskan, suasana kemudian semakin tidak kondusif sejak sekitar pukul 10.00 WIB hingga sore hari.
Bahkan, kata dia, sebelum peristiwa pengeroyokan terjadi, sempat ada upaya untuk melakukan mediasi agar masalah tidak membesar.
“Sebenarnya sudah sempat dimediasi sebelum kejadian pengeroyokan itu. Saya juga sudah berusaha menahan diri dan tetap tenang,” katanya.
Ia menyebutkan, dugaan pengeroyokan terhadap dirinya terjadi pada Selasa 13 Januari 2025 antara pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.