JAMBI, MATAJAMBI.COM - Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Fariz dilaporkan hilang setelah terseret derasnya arus Sungai Buntung, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu 17 Januari 2026.
Setelah dilakukan pencarian intensif selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada sekitar pukul 18.25 WIB, tidak jauh dari lokasi awal kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, Fariz diketahui berenang di sekitar area jembatan Sungai Buntung. Namun, setelah beberapa saat berada di air, korban diduga mengalami kelelahan dan tidak mampu melawan kuatnya arus sungai hingga akhirnya tenggelam.
Sejumlah saksi mata di lokasi menyebutkan korban sempat terlihat berusaha bertahan sebelum akhirnya terseret arus ke bagian sungai yang lebih dalam.
Melihat kejadian tersebut, warga sekitar langsung berupaya melakukan pencarian secara mandiri dengan menyisir area sungai dan bantaran, namun hasilnya belum membuahkan temuan, katanya.
Karena korban tak kunjung ditemukan, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang. Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi menerima laporan dari seorang warga bernama Jaka sekitar pukul 15.30 WIB.
Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Jambi segera mengerahkan satu tim rescue yang terdiri dari delapan personel ke lokasi kejadian. Tim tiba di tempat sekitar 20 menit setelah keberangkatan dan langsung melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai, terangnya.
Operasi pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Jambi, Polsek Jelutung, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Asosiasi Pilot Drone Indonesia Jambi, serta dibantu oleh masyarakat setempat.
Setelah dilakukan penyisiran secara menyeluruh, korban akhirnya ditemukan tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam. Saat ditemukan, Fariz sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Arafah untuk penanganan lebih lanjut, tutupnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan bahaya berenang di sungai, terutama saat kondisi arus sedang deras. Pihak terkait mengimbau orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak guna mencegah kejadian serupa terulang.