Dalam praktik tradisional, daun dan buah mengkudu juga sering dimanfaatkan untuk membantu menjaga berat badan. Kandungan seratnya dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengontrol asupan kalori bila dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan olahraga rutin.
Untuk perawatan kulit, konsumsi mengkudu dipercaya membantu mengatasi jerawat berkat kandungan vitamin C dan antioksidan yang melawan peradangan.
Sementara itu, jus mengkudu juga kerap dikonsumsi untuk membantu mengurangi nyeri leher dan kekakuan otot, terutama pada kondisi degeneratif yang berkaitan dengan tulang dan persendian, jelasnya.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi mengkudu tetap perlu dilakukan dengan bijak. Buah ini mengandung kalium dalam jumlah cukup tinggi, sehingga kurang dianjurkan bagi penderita gangguan ginjal atau penyakit hati bila dikonsumsi berlebihan.
Selain itu, mengkudu berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, seperti obat tekanan darah atau pengencer darah.
Oleh karena itu, bagi yang sedang menjalani pengobatan medis, disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen atau jus mengkudu secara rutin, katanya.
Ibu hamil dan menyusui juga perlu berhati-hati karena belum terdapat cukup bukti ilmiah mengenai keamanan konsumsi mengkudu pada kondisi tersebut. Di sisi lain, jus mengkudu kemasan bisa mengandung tambahan gula yang cukup tinggi, sehingga konsumsinya sebaiknya dibatasi agar tidak meningkatkan risiko gangguan metabolisme.
Sebagai alternatif, mengkudu dapat diolah sendiri di rumah dengan campuran bahan alami lain seperti apel, nanas, atau madu untuk memperbaiki rasa.
Dengan konsumsi yang tepat dan diimbangi gaya hidup sehat, manfaat buah mengkudu dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan, tutupnya.