Minuman panas berpotensi melunakkan dan melarutkan bekuan darah yang masih rapuh. Alkohol dan kafein dapat menghambat regenerasi jaringan serta meningkatkan risiko perdarahan. Untuk sementara, air putih suhu ruang adalah pilihan paling aman.4. Makan Makanan Keras, Panas, Pedas, atau Lengket
Tekstur dan suhu makanan sangat memengaruhi proses penyembuhan. Makanan keras dan lengket bisa menekan luka, sementara makanan panas dan pedas memicu iritasi. Sisa makanan yang terselip juga berpotensi menjadi sarang bakteri penyebab infeksi.
5. Merokok
Merokok termasuk pantangan paling berisiko setelah cabut gigi. Nikotin menghambat aliran darah ke gusi, sementara gerakan mengisap dapat melepaskan bekuan darah. Perokok diketahui memiliki risiko dry socket dan infeksi yang lebih tinggi dibandingkan nonperokok.
6. Menyikat Gigi Terlalu Dekat atau Kasar di Area Luka
Membersihkan gigi memang penting, tetapi menyikat langsung area bekas pencabutan—terutama dalam 24 jam pertama—dapat merusak bekuan darah. Setelah lewat satu hari, pembersihan boleh dilakukan secara perlahan dengan sikat berbulu lembut.7. Meludah dan Berkumur Terlalu Kuat
Tekanan kuat saat berkumur atau meludah dapat menggeser bekuan darah. Jika perlu berkumur, lakukan dengan gerakan lembut sesuai anjuran dokter gigi, biasanya menggunakan air garam hangat setelah 24 jam.
Informasi tambahan penting: menjaga kadar gula darah tetap stabil (terutama pada penderita diabetes) juga berperan besar dalam mempercepat penyembuhan luka pasca cabut gigi.
Nyeri ringan, sedikit bengkak, dan rasa tidak nyaman masih tergolong normal dalam beberapa hari pertama.
Mematuhi pantangan setelah cabut gigi adalah kunci utama agar proses pemulihan berlangsung cepat, aman, dan bebas komplikasi.