MATJAMBI.COM - Dukungan penuh publik Santiago Bernabeu akhirnya menjadi pembeda besar saat Real Madrid tampil menggila dan melumat AS Monaco dengan skor telak 6-1 pada lanjutan fase liga Liga Champions UEFA, Rabu 21 Januari 2026.
Kemenangan meyakinkan ini tak hanya menghadirkan tiga poin penting, tetapi juga menandai kembalinya harmoni antara tim, pelatih, dan suporter Los Blancos.
Madrid langsung tancap gas sejak babak pertama. Kylian Mbappe menjadi aktor utama dengan mencetak dua gol cepat yang membuat tuan rumah unggul nyaman sebelum jeda.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan El Real justru meningkat. Empat gol tambahan lahir melalui Franco Mastantuono, gol bunuh diri Thilo Kehrer, Vinicius Junior, serta Jude Bellingham. Monaco hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Jordan Teze.
Hasil tersebut membawa Madrid menempel papan atas klasemen dengan koleksi 15 poin, berada di posisi kedua dan hanya terpaut enam angka dari Arsenal di puncak. Sementara itu, Monaco harus tertahan di peringkat ke-20 dengan sembilan poin.
Bagi pelatih Alvaro Arbeloa, kemenangan ini terasa spesial. Ia seperti menjawab keraguan yang sempat muncul dari tribune Bernabeu dalam beberapa laga sebelumnya.
Usai kekalahan mengejutkan dari Albacete di Copa del Rey dan kemenangan tipis atas Levante yang tetap diwarnai cemoohan, kepercayaan suporter sempat goyah. Namun malam melawan Monaco menjadi titik balik.Arbeloa menegaskan bahwa atmosfer positif dari tribun stadion menjadi bahan bakar utama timnya. Menurutnya, ketika Bernabeu berdiri di belakang tim, performa Madrid bisa melonjak drastis, siapa pun pemain yang berada di lapangan. Ia mengaku bangga bisa mempersembahkan malam penuh gol dan hiburan bagi para pendukung setia.
Laga ini juga sarat cerita personal Mbappe tampil profesional tanpa selebrasi berlebihan meski dua golnya semakin menegaskan statusnya sebagai mesin gol. Penyerang asal Prancis itu kini sudah mengoleksi 11 gol di Liga Champions musim ini dan kokoh di puncak daftar top skor, unggul jauh dari para pesaingnya.
Sementara itu, Vinicius Junior justru menjalani malam emosional. Sempat mendapat siulan dari sebagian fans jelang laga, pemain Brasil tersebut merespons dengan cara terbaik kontribusi nyata di lapangan. Selain mencetak satu gol, Vinicius juga menjadi arsitek serangan dengan tiga assist yang mengunci dominasi Madrid.
Arbeloa memuji sikap dan respons Vinicius, menyebut performa sang winger sebagai simbol rekonsiliasi antara pemain dan pendukung.
Ia menilai hubungan Vinicius dengan fans kembali menyatu dan akan menjadi aset penting bagi Madrid dalam jangka panjang.