Kesehatan

Kenali Super Flu, Penyakit Flu Berat yang Rentan Menyerang Saat Imun Turun

0

0

matajambi |

Selasa, 27 Jan 2026 09:15 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Waspada Super Flu, Infeksi Influenza Berat yang Bisa Mengganggu Aktivitas dan Picu Komplikasi - (freefik)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM - Super flu merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan infeksi influenza dengan tingkat keparahan lebih tinggi dibandingkan flu biasa.

Kondisi ini umumnya ditandai dengan gejala yang muncul secara mendadak, berlangsung lebih lama, serta menimbulkan keluhan yang cukup berat sehingga membuat penderitanya sulit menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.

Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa super flu sering kali berkaitan dengan menurunnya daya tahan tubuh atau masuknya virus influenza yang lebih agresif ke dalam tubuh.

Salah satu varian yang kerap dikaitkan dengan flu berat adalah influenza A H3N2 subclade K, yang dikenal memiliki tingkat penyebaran tinggi dan mudah memicu lonjakan kasus flu musiman.

Infeksi ini tidak boleh dianggap ringan karena dalam kondisi tertentu dapat berkembang menjadi komplikasi serius, seperti radang paru-paru, infeksi saluran pernapasan bawah, hingga memperparah penyakit kronis yang sebelumnya telah diderita. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai super flu menjadi langkah awal untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko kesehatan yang lebih besar.

Baca Juga:

Wawako Jambi Hadiri Hari Republik India ke-77, Perkuat Hubungan Bilateral

Penyebab utama super flu adalah infeksi virus influenza tipe A yang mengalami perubahan genetik tertentu sehingga lebih mudah menular dan menimbulkan gejala lebih berat.

Selain faktor virus, kondisi tubuh yang tidak optimal juga berperan besar dalam meningkatkan risiko terjadinya infeksi berat. Sistem kekebalan yang melemah akibat kelelahan, kurang tidur, stres berkepanjangan, atau penyakit tertentu membuat tubuh lebih rentan terhadap serangan virus.

Paparan langsung dengan penderita flu, terutama di lingkungan tertutup seperti kantor, sekolah, dan transportasi umum, turut memperbesar kemungkinan penularan.

Kurangnya kebiasaan hidup bersih, seperti jarang mencuci tangan dan tidak menjaga etika batuk, juga menjadi faktor yang sering diabaikan. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung, paru-paru, diabetes, dan gangguan imun termasuk kelompok yang paling berisiko mengalami super flu.

Gejala super flu umumnya terasa lebih berat dibandingkan flu biasa. Penderita biasanya mengalami demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba, disertai menggigil dan rasa tidak nyaman di seluruh tubuh.

Baca Juga:

Bupati Muaro Jambi Pimpin Rakor SKPD, Percepat Program Pembangunan 2026

Nyeri otot dan sendi sering kali terasa sangat kuat hingga menyebabkan tubuh lemas. Sakit kepala hebat, tekanan di sekitar mata, batuk berkepanjangan, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, serta pilek dengan lendir kental juga kerap menyertai kondisi ini.

Selain gangguan pernapasan, sebagian penderita mengalami masalah pencernaan seperti mual, muntah, atau diare. Rasa lelah yang ekstrem sering kali tidak membaik meski sudah beristirahat dalam waktu cukup lama.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER