JAMBI, MATAJAMBI.COM – Gubernur Jambi Al Haris secara resmi membuka pemanfaatan Mushola Al Majidi yang berlokasi di lingkungan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jambi pada Sabtu 07 Februari 2025. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur serta dirangkaikan dengan kegiatan sosial berupa pembagian bantuan paket sembako kepada warga sekitar.
Acara peresmian turut dihadiri oleh Ketua Kwarda Pramuka Jambi Sudirman jajaran Forkopimda, Camat, Lurah, pengurus Kwarda Pramuka Jambi, para Ketua RT, serta masyarakat RT 15 dan RT 16 Kelurahan Handil Jaya, Kota Jambi.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan Mushola Al Majidi yang dinilai memiliki posisi strategis dan manfaat besar, baik bagi keluarga besar Pramuka Jambi maupun masyarakat sekitar. Ia menilai keberadaan Kwarda Pramuka Jambi yang berada di pusat kota dan kerap menerima kunjungan dari berbagai pihak, termasuk kwartir cabang dari seluruh wilayah Provinsi Jambi, membutuhkan sarana ibadah yang memadai.
Menurutnya, Mushola Al Majidi menjadi pelengkap fasilitas yang ada di lingkungan Kwarda Pramuka Jambi. Tingginya aktivitas dan intensitas kunjungan menjadikan keberadaan tempat ibadah sebagai kebutuhan penting bagi pengurus maupun tamu yang ingin menunaikan ibadah.
Gubernur juga menyoroti pentingnya nilai edukasi dalam penamaan rumah ibadah. Ia menjelaskan bahwa pemberian nama pada masjid atau mushola tidak sekadar simbol, tetapi dapat menjadi media pembelajaran bagi generasi muda, khususnya anggota Pramuka.
Ia menambahkan, penggunaan nama tokoh Islam atau tokoh Pramuka dapat mendorong rasa ingin tahu anak-anak terhadap sejarah, perjuangan, serta nilai keteladanan dari tokoh yang diabadikan dalam nama rumah ibadah tersebut. Dengan demikian, mushola tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter.
Gubernur menegaskan, ketika anak-anak mulai menanyakan makna di balik nama mushola atau masjid, proses pembelajaran sejarah dan nilai moral sudah mulai terbentuk. Mereka akan mengenal tokoh yang menjadi inspirasi serta nilai-nilai perjuangan yang patut diteladani.Sementara itu, Ketua Kwarda Pramuka Jambi, Dr. H. Sudirman, SH., MH, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Mushola Al Majidi merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang berlangsung selama kurang lebih dua tahun. Proses pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama pada 29 Juni 2024, selesai pada tahun 2025, dan dilanjutkan dengan tahap penyempurnaan pada awal 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan mushola tersebut menghabiskan anggaran lebih dari Rp600 juta yang bersumber dari dana Kwarda Pramuka Jambi serta dukungan dari sejumlah pihak, termasuk badan usaha milik Kwarda dan para donatur. Mushola ini dirancang mampu menampung sekitar 100 jamaah, baik di dalam ruangan maupun area luar.
Menurut Sudirman, Mushola Al Majidi tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Pramuka, tetapi juga terbuka bagi masyarakat sekitar. Ia berharap warga RT 15 dan RT 16 dapat bersama-sama memakmurkan dan memanfaatkan mushola tersebut sebagai pusat kegiatan ibadah.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam pengelolaan dan pemeliharaan mushola, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik tempat ibadah relatif lebih mudah dibandingkan menjaga keberlanjutan fungsi dan kemakmurannya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, rangkaian kegiatan peresmian Mushola Al Majidi juga diisi dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada sekitar 50 warga kurang mampu dan anak yatim di sekitar lingkungan Kwarda Pramuka Jambi. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris.