MATAJAMBI.COM - Keluhan badan ngilu dan kepala pusing sering dialami banyak orang, terutama setelah kelelahan, kurang tidur, atau saat kondisi cuaca berubah-ubah.
Meski kerap dianggap sepele dan dikaitkan dengan masuk angin, kombinasi gejala ini sebenarnya bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu, mulai dari yang ringan hingga yang perlu diwaspadai.
Badan ngilu biasanya ditandai dengan rasa pegal, kaku, atau nyeri pada otot di berbagai bagian tubuh. Ketika kondisi ini muncul bersamaan dengan kepala terasa pusing, aktivitas sehari-hari tentu bisa terganggu.
Pada umumnya, keluhan badan ngilu dan kepala pusing bersifat sementara dan membaik setelah tubuh beristirahat. Namun, jika berlangsung lama atau disertai gejala lain, kondisi ini bisa mengarah pada masalah kesehatan yang lebih serius.
Salah satu penyebab paling umum adalah infeksi, baik virus maupun bakteri. Penyakit seperti flu, COVID-19, demam berdarah, hingga tifus dapat memicu reaksi peradangan dalam tubuh.
Saat sistem imun bekerja melawan kuman penyebab infeksi, tubuh akan merespons dengan munculnya rasa nyeri pada otot dan pusing di kepala. Biasanya keluhan ini juga disertai demam, batuk, pilek, atau sakit kepala.
Kurang tidur juga berperan besar. Saat tidur, tubuh memperbaiki sel dan jaringan yang rusak. Jika waktu istirahat tidak cukup, proses pemulihan terganggu dan daya tahan tubuh menurun. Akibatnya, badan terasa lemas, pegal, dan kepala mudah pusing.Kekurangan cairan atau dehidrasi juga dapat memicu kondisi ini. Saat tubuh kehilangan banyak cairan, aliran darah menjadi kurang optimal sehingga suplai oksigen ke otot dan otak menurun.
Kondisi tersebut membuat tubuh terasa tidak bertenaga dan kepala terasa ringan atau berkunang-kunang. Pada kasus berat, dehidrasi bisa menyebabkan jantung berdebar, tekanan darah turun, hingga gangguan kesadaran.
Faktor stres dan kelelahan fisik maupun mental juga tak kalah berpengaruh. Saat stres, tubuh melepaskan hormon tertentu yang membuat otot menegang dan aliran darah kurang stabil. Akibatnya, timbul rasa pegal di tubuh dan pusing di kepala. Jika stres berlangsung lama, kualitas tidur pun terganggu sehingga keluhan makin mudah muncul.
Efek samping obat-obatan tertentu juga dapat menimbulkan gejala serupa. Beberapa jenis antihistamin, obat tekanan darah, antibiotik, hingga obat penenang dapat memengaruhi keseimbangan tubuh dan menyebabkan rasa ngilu serta pusing. Jika gejala muncul setelah mengonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menghentikan pemakaian.
Dalam kondisi tertentu, badan ngilu dan kepala pusing juga bisa menjadi tanda penyakit serius seperti gangguan saraf, meningitis, atau penyakit autoimun. Biasanya disertai gejala berat seperti leher kaku, sakit kepala hebat, gangguan bicara, penurunan kesadaran, atau ruam luas.